Friday, June 4, 2010

Screw You Mischa!


Pertama-tama saya mau minta maaf untuk kawan-kawan readers karena postan’nya agak lama, sempet beberapa hari ini saya lagi dalam kondisi yang kurang baik sampai akhirnya saya memutuskan untuk istirahat sejenak dan membiarkan diri saya untuk sedikit mengotrol apa yang sudah terjadi.

Saya merasa memang saya harus membagi ini semua kpada kalian, paling tidak ini dapat juga sedikit membantu saya untuk menghadapi ini semua. Sebelumnya saya belum pernah membgi apa yang saya rasakan slama ini kpada orang lain selain orang-orang yang sangat mengenal saya. Tapi kejadian beberapa waktu lalu tepatnya pada tanggal 3 juny 2010 di Lippo karawaci memperyakin diri saya kalau saya memang harus membagi cerita ini secepatnya.
Saya mendapatkan hal yang sangat tidak menyenangkan ketika saya harus datang pada acara nonton bareng penggemar Cinta Fitri di Lippo karawaci, kronologinya adalah disaat saya harus kembali ke ruang tunggu selepas saya menyapa para penonton dan pengunjung saya mendadak diserang oleh para pengunjung yang ada disana mungkin bukan hanya saya saja yang diserang tapi pemain lainnya. Saya mengerti betul mungkin mereka tidak punya niat buruk mungkin cumin gemas atau apalah tapi bentuk nya jusrtru menjadi kekerasan seperti menjenggut, mencubit, memukul,mencakar dan melakukan hal-hal lainnya yang bisa melukai kami. Disaat itu posisinya saya dalam penjagaan beberapa penjaga tapi karena ada beberapa orang yang berusaha menjenggut saya (dan berhasil) saya pun terlepas dari penjagaan habiss! Lah saya padahal kmarin saya udah siap-siap dari rumah bawa hoody karena saya yakin pasti saya akan diserang, ketika saya dalam kondisi tidak dengan penjagaan bertbi-tubi pukulan saya terima dan saya pun coba melepaskan diri pada saat itu saya mencoba berbicara pada mereka saya teriak dan berkata “Tolong jangan pukuli saya, saya sakit!” saya berusaha berbicara sambil membungkuk menandakan saya memohon (kurang apa coba) saya melakukan itu karena saya fikir mereka sama seperti saya manusia yang masih punya hati nurani, Tapia pa nampaknya tak ada satupun yang mendengar saya seakan kuping mereka tersumpal sesuatu yang bernama MISCHA! Tanpa ada rrespon mereka kembali memukuli saya dengan mencakar dan menjambak alu untuk kedua kalinya saya coba untuk berteriak di tengah kerumunan masa yang tak mau tau itu, Dan hasilnya SAMA SAJA, mereka terus melakukan usaha melampiaskan kekesalan mereka pada MISCHA! Tanpa mereka sadari yang mereka kasari adalah saya DINDA! (aduh jadi mau nangis kalo inget ini). Saat itupun saya merasa diri saya dalam bahaya, entah mengapa saya merasa sakit tidak hanya fisik tapi juga perasaan saya dan kalau kalian ada di posisi saya mungkin kalian bisa mengerti. Tanpa saya sadari emosi saya pun terpancing saya menagis saat itu (malu ihk) dan saya pun berusaha berlari darii mereka dengan sebisa saya, tanpa saya sadarpun saya melakukan pembelaan diri dengan menghadang setiap tangan yang mau menghakimi saya (kalo kalian liat saya mirip kaya maling ayam yang mau di amuk masa). Saya berlari dan minta tolong tapi mereka tetap tak peduli emosi sayapun makin memuncak saya sedih, saya kecewa, saya terluka, karena itu saya terlihat berantakan dan ngamuk sesaaynya saya sampai di ruang tunggu (burger king sih waktu itu). Emosi saya tak terbendung saya menangis lebih parah lagi d BK walaupun saat itu saya coba sebisa mungkin menahannya saya benar-benar SHOCK! Disittu ternyata banyak kamera kawan-kawan Infotaiment, aduh baru sadar saya juga jadi bingun mesti gimana karena saaya udah ga tahan lagi, jadi saya pun di tenangkan kawan-kawan dsana dan saya seperti orang linglung, sampai akhirnya semua itu mereda.

Sebenarnya hal seperti ini bukan sekali saya alami, sudah berpuluh-puluuh kali makian, cacian, hujatan, dan kekerasan fisik menjadi makanan saya sehari-hari di tengah kerumunan orang (bahkan di luar Jakarta lebih parah lagi), beberapa bulan yang lalu atau biasanya saya pasti masih akan tersenyum atau menahan jika saya diserang tapi entah mengapa hari itu menurut saya sudah cukup, saya sudah muak dengan semua ini, itu yang terlintas di otak saya, saya hanya lah manusia biasa, saya pun punya limit kesabaran yang saya buat sendiri, saya merasa saya tidak pernah berbuat jahat pada mereka tetapi kenapa saya tersakiti?. Mungkin ini KONSEKUENSI si ANTAGONIS saya tau betul itu, tapi mengapa ini bertubi-tubi saya alami, saya pun bisa marah dan di saat saya mengeeluarkan emosi normal saya sebagai seorang manusia yang merasa disakiti pendapat orange malah begini “ Wah Mischa NGamuk-ngamuk waktu dipukulin, Ternyata ga ada bedanya yah di sinetron atau di dunia nyata” (ya tuhan saya fikir salah lagi yah gw? Harus gmana donk? Jadi serba salah.).
Semoga cerita saya kali ini bisa membuka mata para penonton dan pembaca bahwa masalah yang saya alami tidak sedangkal itu, apa yang saya rasakan mungkin tidak pernah terbanyangkan oleh kalian, tapi percaya lah kepada saya yang akan saya ceritakan adalah kenyataan yang terjadi pada diri saya slama ini, memang pertama bercerita masalah ini banyak yang meragukan tetapi semenjak kejadian di Lippo karawaci banyak dari mereka yang awalnya meragukan menjadi sedikit terbuka matanya.

- Sudah beberapa bulan kebelakang saya merasa ada yang aneh pada diri saya, emosi saya tidak stabil, saya bingun apa yang saya rasakan, untung keburu kediteksi karena sayapun mempellajari hal ini. Saya merasa terlalu dekat dengan karakter MISCHA. Semakin dekat dan mudahnya saya memanggil roh mischa datang dan merasuki dalam diri saya. Dan ini merupakan awal dari semua masalah yang saya alami.

- Saya selalu mara kalau MISCHA dihujat bukan DINDA!, aneh memang saya merasa tak terima kalau mischa dimaki atau di hujat seharusnya saya sadar dan memang sebenarnya saya sadar kalau tokoh mischa ini merupakan tokoh yang tidak baik. Tapi entah mengapa beberapa bulan kebelakang Karen saya merasa dekat dengan mischa saya menjadi pembelanya no.1 didunia. Dan ini sangat mengganggu saya ketika saya tersadar.

- Ada beberapa dialog Mischa di Cinta Fitri yang saya ucapkan tanpa saya sadari!, Aneh juga kan semua itu baru saya sadariu ketika sutradara berkata CUT, kadang-kadang saya mikir knapa saya ngomong gitu yah? Improve saya begitu cepat begitu saya harus memerankan mischa pembelaan, pembelaan atau apapu yang keluar dari mulut saya itu keluar begitu saja, bahkan saya makin sulit untuk mengotrolnya. Sangat Nampak disini saya membelanya.

- Saya pernah geemetaran luar biasa ketika adegan dimana Fitri memaki Mischa!, tau kah kalian saat itu badan saya gemetaran emosi saya kaya di ubun-ubun yang ada d otak saya saat itu adalah “Gw tonjok lo fit!” Gila kan ini parah waktu saya sadar dan meencoba mengontrol badan saya jadi gemetaran saya sampe agak terbata-bata dalam dialog. Saat itu yang sadar saya berubah dan berperang dengan mischa adalah sutradara kami (trimakasih bang atas supportnya), setelah take saya mencoba lari darei keramaian saya coba minum dan menenangkan diri saya berfikir “Wah gila ni..ini ga wajar!” saya mencoba menelefon kekasih saya saat itupun tanggapannya adalah, dia merasa saya lebay alias berlebihan dan banyak orang yang ngomong “udah lah ga usah difikirin” padahal mereka ga ngerti sebenernya ga segampang lo nyebut “udahlah” (But thx god skarang derby menjadi org yang paling mengerti dalaam hal ini)

- Kekasih saya merasakan perubahan dari saya, dan saya bertengkar terus slama berhari-hari!, Adu argument ga mau kalah entah mengapa saya sempat berhari-hari saya menjadi orang super SENSITIF, padahal pacar saya ini tau banget saya orang yang paling cuek tapi saya menjadi berubah Moody berat, saat itu dia sempat bilang “Aku mau kann yang aku kenal bukan Mischa!” itu sangat menusuk saya dan saya pun merasa saya mau gila, fiuhh..sedih banget. Saat itu saya seperti berantem sama Sosok ini saya seperti mulai menolak untuk dekat dengan dia tapi saya harus, itu yang membuat saya menjadi lebih ringkih sekarang ini.

- Setiap hari saya Migren!, saya tidak pernah punya penyakit ini tapi entah mengapa setiap mengingat karakter dan beban saya kepala saya sakit luar biasa kaya di tusuk-tusuk, sampe-sampe kalo kalian liat urat di kepala atau jidat saya itu nimbul, terus kedudut-kedutan dan rasanya sakit banget.

- Warning dari dosen saya!, awalnya saya ga percaya saya anggap ini sebagai obrolan santai antara dosen dan mahasiswanya waktu itu salah satu dosen di kampus saya (kebetulan saya kuliah di jurusan Psikologi Paramadina skarang) pernah menanyakan hal ini waktu awal-awal saya masuk ke kampus, dia pernah nanya ke saya “kamu ga takut karakter mischa masuk ke dalam kamu, kamu udah cukup lama loh mainin karakter jahat?” saya waktu itu nanggepinnya ketawa-ketawa aja karena saya sama sekali ga rasain masalah ini saya fikir ini merupakan tanggung jawab seorang aktris untuk ngontrol (tapi dalam kenyataannya kalo lo udah terlalu lama mainin karakter ini lo akan kejebak di konflik yang bikin pusing). Sekarang akhirnya saya suka teringat sama omongan ibu dosen, kalo orang bilang banyak ko pemain yang main antagonis tapi fine-fine aja. MEREKA beda, karena mereka bukan MISCHA mereka bukan pemain yang harus stay di satu karakter beberapa tahun, dan harus ketemu karakter ini setiap hari mau ga mau (kalian tau kan CF ga abis-abis sampe skarang).

- Saya Takut sama Mischa, saya marah sama dia!. Entah mengapa beberapa waktu lalu saya merasakan hal ini berkembang saya takut dengan sosok ini, ada penolakan yang saya lakukan setiap kali saya harus shooting dan harus memerankan tokoh jahat ini, saya takut saya akan dimarahi, saya takut akan di benci sebagai dinda da “SAYA TAKUT DIHAKIMI”. Banyak ketakutan yang sebenarnya slama ini tidak pernah dan baru muncul setelah hamper 3 tahun saya bercengkrama dengan sosok ini. Dan itu semakin memburuk skarang.

- Saya Tidak berani bertemu orang banyak, saya takut kerumunan orang!, akhir-akhir ini saya sering merasa ketakutan berlebih dan rasa tidak nyaman setiap ingin Jumpa penggemar atau berada di tengah keramaian, saya takut jiwa saya terancam. Mungkin ini merupakan akibat dari ketakutan saya menjadi sosok antagonis. Kalo orang bilang kesuksesan seorang yang memainkan tokoh antagonis adalah Semakin banyak anda dihujat semakin bagus prestasi anda. Tapi pernahkah kalian sadari saya bukan orang jahat yang memiliki kenikmatan ketika di hujat, lama-lama itu sangat mengusik saya hujatan bukan lagi sebagai sebuah penghargaan dan pengakuan tapi itu semua menjadi TEROR bagi saya.

- Saya pernah pingsan tiba-tiba karena Pusing yang luar biasa dan dilarikan ke UGD” awalnya saya fikir mungkin ini karena kondisi tubuh saya yang drop, tapi setelah melakukan pengetesan trombosit, dan lain-lain semuanya Normal, rogten paru-paru semuanya normal, di cek ke THT siapa tau sinus saya bermasalah, semuanya Normal, tapi tekanan darah saya luar biasa turun jadi 80/60. Akhirnya saya diberi obat untuk menahan itu semua.

- Saya menggigil ketika ingin shooting!, sebenarnya agak saya pertanyakan knapa badan saya ini, sehari setelah saya masuk UGD badan saya kembali normal saya sempat jalan-jalan beli peralatan dapur sama mama dan everything is fine, sampai akhirnya ketika itu saya harus lanjut shooting, ketika mau dekat lokasi tiba-tiba kaki saya dingin, kaki saya berubah jadi berwarna kebiruan begitu juga dengan tangan saya, kepala ssaya pusing luar biasa. Dan di siang bolong yang super panas itu dimana orang-orang di lokasi pada kipas-kipas saya pake jaket dan selimut, abis minum obat pun badan saya ga langsung baikan setelah hampir lebih dari 3 jam saya baru berkeringat.

- Saya tidak pernah Berfikir dia mengganggu!, awalnya saya ga pernah kepikiran itu saya selalu avoiding masalah ini, saya mencoba untuk cuek dan bodo amat tapi saya mulai terfikir baru-baru ini,HUffff!

- Saya sensitive Suara keras, Omongan kasar, saya ga kuat!, saya selalu mencoba menahan tapi saya making a kuat dalam hal ini saya bisa sangat terganggu dan bisa marah kalo denger yang gini-ginian.

- Saya tidak suka di panggil MISCHA! Please call me Dinda, walaupun ketika kalian panggil saya Mischa saya juga pasti nengok tapi jujur saya ga suka, karena saya ga mau dekat- ekat sama dia.

- Tak mudah menjadi seseorang yang harus dibenci!, Kalian mungkin taunya saya suka mendzolimi tapi taukah kalian pada kenyataanya dilokasi saya lah yang paling sering tersakiti secara fisik (semoga kalian ingat tamparan bertubi-tubi, adegan-adegan saya dia jaihili) membuat adegan ini butuh energy dan tidak semudah itu, saya mencoba semaksimal mungkin meenampilkan adegan ini agar penonton terhibur melihat figure yang jahat tersakiti karena yang jahat yang berhk dapat hukuman. Tapi yang membuat saya sedih kadang-kadang adalah sudah capek fisik pas ketemu di kehidupan nyata orang-orang masih saja menghukum saya. Heyy itu bukan saya yang perlu kalian hokum! Rasanya ingin teriak seperti itu.

- Saya Out dari Twitter!, bagi saya saat itu twitter merupakan lahan eksekusi untuk mischa, mereka menghujat Mischa tapi knapa mentioned nama saya!
- Saya Butuh I-Pod!, Saya lebih memilih mendengarkan tante Madonna bernyanyi sekencang-kencangnya daripada harus mendengar hujatan, dan makian 'mba jahat" atau apalah yang lainnya setiap kali saya harus berada di kerumunan atau jumpa penggemar. Bahkan pada saat ending cinta fitri ketika penonton siap-siap bersorak-sorai saya buru-buru pasang lagu.hihi
Kalau kalian membaca ini mungkin kesimpulam kalian adalah Dinda Mau Gila!, Mungkin benar saya rasa saya mengalami depresi ringan. Karena itu saya kini mencoba untuk menata itu kembali, memang agak sulit sampai detik ini pun saya berusaha sekuat tenaga untuk bisa menghilangkan ini semua pelan-pelan. Saya sudah mencoba berbicara dengan beberapa orang yang cukup mengerti tentang hal ini. Dan langkah awal yang akan saya lakukan adalah saya akan meenyepi kesuatu tempat untuk beberapa hari untuk healing diri saya sendiri. Mau ngumpet dulu, biar agak tenang. Heheehe..

Saya harap dengan adanya tulisan ini membuat orang-orang sadar bahwa kondisi seperti ini sangat mungkin di alami oleh actor ataupun aktris, saya tidak mau seperti Pemeran Jocker yah kalian tau siapa dia yang juga terperangkap dalam perannya samapi itu mengantarnya ke kematian, saya tidak mau seperti Dustin Hoffman yang sangat sulit keluar dari perannya di Rain Man (yah walaupun saya sudah merasakannya). Saya takut, dan saya mohon tolong bantu saya.

Nb:
Thx buat keluarga saya, my kiddo, Noni, om shandy sharif, bang encep, om El, om Boy dan seluruh keluarga Cinta Fitri juga kalian yang selalu member sayaa semangat untuk supportnya, saya tau saya bisa dan trimakasi atas perhatian kalian slama ini.

30 comments:

  1. ka dinda sabar aja (maaf ga punya saran yg lebih baik)..
    mungkin kaka sekarang lebih memperhatiin/memahami diri ka dinda, jangan dulu terpengaruh dengan mischa, atau tentang apapun yg berhubungan dengan mischa..
    dan pastinya support dari orang yg ada di keliling kaka.. *don't give up*
    pasti di balik semua ini ada hikmahnya, lihat lah kedepan, boleh sesekali lihat ke belakang, itupun untuk pembelajaran, hehe

    maaf yah saya jadi ngabacot gini..
    wish you all the best lah ka..
    semangat yah :P

    ReplyDelete
  2. Dinda, kamu harus sabar dan tenang karna setiap masalah boleh diselesaikan, dan aku yakin selagi kamu itu tidak sombong,baik dan rama...orang orang akan berubah menjadi ingat kalo kamu itu Dinda Kanya Dewi... Dinda ajak temen2 pergi ke Singapura aja kita boleh ketemu dan refreshing... :) (Maaf cuman saran doang) I will support you! I know how you feel...

    ReplyDelete
  3. yaaa ampunnn... aku ga nyangka smpe sgtunyaa kaa.. ckckc :(
    sbaar ajj yaa kaa... anggep ajj itu cobaan dri Tuhan..
    Tuhan kan ga bkal ngasi cobaan di luar kmmpuan umatnyaa...
    hmm,dbwaa have fun ajj ka,, anggep ajj angin lalu..
    GBU, I pray for u.. :)

    ReplyDelete
  4. ka sabar aja, ya. orang orang itu emang gak ngerti sama dunia persinetronan,mischa itukan cuman fiktif belaka kenapa harus ka dinda yg kena ??, klo enggak laporin aja ke polisi kak ??:p. pokoknya aku cuman bisa ngomong itu aja.. yg tabah ya kak :)

    ReplyDelete
  5. kalo diwawancara ka dinda ceria bgt, ga nyangka ternyata ka dinda ngalamin yg kayak gini, setelah baca ini jadi sadar, jadi sedih ngebacanya...
    kak dins yg sabar ya...

    ReplyDelete
  6. Kak'Din...
    wah, baru update nih...
    hmm...
    kayaknya si mischa ga mau pergi dari kakak deh.
    sepertinya dia betah.
    kakak harus nemuin lagi diri kakak, Dinda Kanya Dewi.

    Memang konsekuensi menjadi antagonis. namun mereka mungkin berperilaku begitu karena tidak tahu siapa itu Mischa.
    Jujur kak, kemaren sebelum baca postingan kakak, saya anggap mischa itu sama seperti mereka.
    Namun setelah saya baca, kayaknya mischa tidak seburuk yang saya pikirkan.

    So, cheer up kak'din... :)

    ReplyDelete
  7. astaga sedih bener aku dengernya, sabar yaa kak, smua pasti ada jalan kluarnya, aku ga nyangka seorang kak dinda yg keliatan ceria punya konflik yg sangat dalam sperti ini. tapi klo bsia jangan sampai ribut2 dengan derby yaa hehe..aku yakin kak dinda bisa nyelesein smua konflik ini. lakukan aja apa yg menurut kak dinda baik untuk keluar dari mslh ini, refreshing juga oke tuh kak untuk ngilangin rasa kepenatan kak dinda slama ini. and mulai kembali hidup normal tanpa rasa takut dengan keramaian, suara yg besar, kerumanan orang atau merasa tdk nyaman and bisa menjauhi sosok mischa karena kak dinda itu dinda kanyadewi bukan mischa! aku ga nyangka jg acara nonton baareng kmrn bisa sampe begitu penontonnya, ga nyangka aja pemain cf diperlakukan gitu terutama kak dinda si pemain antagonis, harusnya mereka sadar kalo yg mereka pukuli, jambak, cakar dan apapun itu adalah dinda kanyadewi bukan mischa yg ga ada wujud nyatanya, lagipula kan kak dinda cm negjalanin yg ada di skenario, its okelah mungkin itu emang bentuk ekspresi merekan kepada pemain cf tapi masa sampai begitu apalagi wkt kak dinda sampai teriak blg berenti tp gada yg ngerespon, ada brp kalimat kk yg bikin sedih salah satunya “Tolong jangan pukuli saya, saya sakit!” saya berusaha berbicara sambil membungkuk menandakan saya memohon (kurang apa coba" and

    "Tapi yang membuat saya sedih kadang-kadang adalah sudah capek fisik pas ketemu di kehidupan nyata orang-orang masih saja menghukum saya. Heyy itu bukan saya yang perlu kalian hokum! Rasanya ingin teriak seperti itu"

    andai aja aku ikt nonton saat itu mungkin aku salah satu dari mereka yg bakal bantuin kak dinda dari kerumunan org yg mukulin kak dinda, mungkin emang ga ngefek atau bisa aja aku ikutan kena pukul, tp seenggaknya ngelerai mereka dari kak dinda, yaa udah ga wajar sih soalnya, kan kasian kak dindanya, cape fisik cape perasaan pula,, yaa sabar aj deh kak yaa,,semangaat =)=)

    maap juga nie klo ngemeng panjang lebar gini, atau sok tau! cm pengen kasih semangat aja, walau cm di dunia maya, tp namanya sesama manusia kan hrs saling mensupport,menyemangati dll..hehehe.. =p

    nb: folback twitku dong kak @vita_revita sm respon form ku di @popocipopoca. *ahahahah teteeep

    ReplyDelete
  8. dinda semangat ya sayang!!! inget selalu ada aku yg belain kamu dari sini. kamu pasti lupa siapa aku, tp sebagai pahlawan kesiangan idola aku, mana mungkin gue lupa sama idola yg dia selametin di twitter gr2 dicecer2 jd mischa. hahaha thankyou jg pas nyokap meninggal kamu ngucapin belasungkawa. thank's juga ditwitter yg lama udah mau follow dan ngobrol sama orang biasa ini. but anyway. selalu semangat ya. lo tuh salah satu unsur inspirasi hidup gue. masa inspirasi nya down begini? mana dinda kanya yg gue idolain dengan sabar kuat dan hebat akting nya hehehe

    ReplyDelete
  9. D
    I
    N
    D
    A

    K
    A
    N
    Y
    A

    D
    E
    W
    I

    SEMANGAT YA YA YA! ngga boleh sedih lagi. ngga boleh murung lagi. ayo tunjukin mana senyum nya mana gigi nya ayo tunjukkin. you are my inspiration :)

    GO DINDA GO DINDA GO !!!!!!!! :D

    ReplyDelete
  10. "Sebenarnya hal seperti ini bukan sekali saya alami, sudah berpuluh-puluuh kali makian, cacian, hujatan, dan kekerasan fisik menjadi makanan saya sehari-hari di tengah kerumunan orang (bahkan di luar Jakarta lebih parah lagi), beberapa bulan yang lalu atau biasanya saya pasti masih akan tersenyum atau menahan jika saya diserang tapi entah mengapa hari itu MENURUT SAYA SUDAH CUKUP, SAYA SUDAH MUAK DENGAN SEMUA INI, itu yang terlintas di otak saya, saya hanya lah manusia biasa, saya pun punya limit kesabaran yang saya buat sendiri"

    wajar tau (wajar bgt malah) lo ngerasa kayak gitu. kalo gue jadi lo mah ya udah gue tabok gaplok injek tendang deh tuh yg ngeroyok gue (maklum gue anak priok jd perawakan keras hehehe)

    lagi kok orang indonesia annoying bgt ya? ya jelas2 udah tau itu sinetron. rekayasa. fiktif belaka. kenapa percaya seakan2 itu kisah nyata? ga habis pikir. bnr2 aneh. asli. sumpah. huh hah huh hah (jd ikutan emosi) hahaha



    "pendapat orange malah begini “ Wah Mischa NGamuk-ngamuk waktu dipukulin, Ternyata ga ada bedanya yah di sinetron atau di dunia nyata”"

    HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHA sumpah ngakak guling2 baca kalimat diatas. ish itu yg ngomong siapa sih? belom pernah dijejelin ulekan cabe apa itu mulut nya? yaampun sabar... sabar... sabar... (elus2 dada)

    ReplyDelete
  11. terakhir (gua usahain bgt2 ini comment terakhir. abisan gua bawaan nya mau ngoceh aja sih. gatel hahaha) apapun yg lo hadapin skrng, apapun yg lo rasain skrng. lo itu butuh hiburan (oke, gue mulai sotoy) kalo gue boleh berpandang dan berkomentar sih (ya drtd jg lo udh komentar riaaaaaaa!!!!) lo tuh bener bener butuh hiburan. bukan sekedar ke mall kali ya atau cuma sekedar pergi ke wahana2 yg ada dijakarta. tp pergi ke luar kota! tempat yg bener2 sepi. kalo perlu cuma lo berdua sama si yayang surayang -,-" pantai kek gunung kek dimana aja deh asal sepi nyaman dan dapat bertukar pikiran. gua sih ngga gt yakin ya lo udh lega (nah ini udh bnr2 sotoy bgt nih) ya semoga aja sih keyakinan gue salah. gue cuma sebagai penggemar lo disini. cuma pengen yg terbaik buat idola nya. sebisa mungkin gua puter otak bnr2 puter 180 derajat mikir apa yg bisa gue kasih ke lo, apa yg bisa gue lakuin buat sedikit lebih deket atau tau ttg lo. well, oke segini cukup. diposting berikut nya. pasti (pasti nih ya pasti) ada gue lagi hehehe jd jangan bosen2 deh ngeliat di beranda komentar bertengger nama gue :p

    semoga lo bisa ngelaluin semua ini dengan bijaksana dan tanpa kurang suatu apapun dari sebelum nya ya nyai. amin

    -- 'imani dan amini. tuhan pasti tau yg terbaik buat kita'

    with love, ria :)

    ReplyDelete
  12. Dindaaaa.. nangis tau baca ini :"(((((
    gimana dengan season 6? masih mau main di cf gk?
    udah deehh.. jangan lagi.. hikss kami yang menangisss. :(((
    miss you dinda..
    accept di twitter duunk @DindaKanyaLover
    thanks deaar.. wherever you are we always love and support you!!!

    Love Dinda KanyaDewi..

    ReplyDelete
  13. Nyaiii...
    mau nanya kalau sama fitri di kenyataan akrab g?
    :)
    enak banget dia dapat peranyg baik2 muluuu :(

    ReplyDelete
  14. Nyai dinda..:)
    accept di twitter yah... @dindakanyalover

    ReplyDelete
  15. Dindaa....love you..sabar ya..semoga Allah SWT selalu melindungi mu dimanapun berada.. Aminn.. :)

    ReplyDelete
  16. kak dinda, mgkn itu mank gga enaknya jd pemeran antagonis. tp kalo org smpe kya gtu tndanya kakak aktingnya tuh bagus. tp mank gga blh jg smpe ada kekerasan gtu. kalo aku sebel sm mischanya. tp kalo kak dinda seh gga. kan kak dinda itu beda sm mischa. good luck iaa buad season berikutnya :D

    ReplyDelete
  17. semangat ka ....
    harus nya mereka jangan kya gitu , mereka kan tau iru akting KETERLALUAN , saya nangis lo ka baca nya ...
    ayo jngn samapi terpengaruh sama misca jdi diri kaka sendiri aja ok ... !
    kak tuh baik gokil banget , waktu kaka dateng ke purwakarta jmp fenz di sts .....
    keliatan asik bngt orng nya ,, chayo ka

    ReplyDelete
  18. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  19. Ka Dindaaaa tetep semangat! I know you can through it all. For me watching cinta fitri was fun because you played a good job as Mischa. Good job really! :))
    I mean you really good at acting :)
    Tetep semangat Ka Dinda. Semoga self healing-nya berhasil. dan harus berhasil :)

    ReplyDelete
  20. beugh.. pantesan aja tweet-nya si nyai ga ada lagi. aku mpe heran, knapa? untung aku langsung ketemu ma ni blog... wah wah wah... ceritanya kamu jd punya 2 kepribadian nih, double personality. aku jg ngalamin yg spt itu, emg bkn di dunia syuting spt kmu sih. cma aku bsa ngerti spt apa sakitnya seseorg dgn kepribadian ganda spt yg kmu alami skrng. yah, saran saya cma : berusahalah utk mengendalikan emosi kmu, pas lg syuting terutama. jgn mpe roh MISCHA bnr2 masuk ke kmu & kebawa2 mpe keluar syuting (dlm kehidupan keseharian), bisa gawat loh...!!! itu td kubaca cuma mpe ke bokin kamu, gmn klo udh nyampe ke kluarga, temen2 dlsb..??? mau kmu ditinggal sendiri gara2 ga control, ha...?! trus utk ngendalikan itu smua jg ga gampang. nah, kmu blng suka dgr music. sma spt aku jg. music itu sarana plng efektif buat "normal"kan kepribadian ganda tadi. jd istilahnya music can take you back to your track, wew... asyik kan...?! ytus plng utama, jgn prnh mpe kmu pake obat penenang utk mengendalikan syaraf2mu itu... jauh lbh repot loh ntr (aku udh mpe ke taraf spt itu & repot bgt mo lepasnya...) untung skrng udh mendingan. tp plng bagus sih, menurut aku... coba sekali2 kamu break, ganti peran gitu... emg bnr sih nama kmu naik spt skrng krn MISCHA jg. tp kmu jg kudu mikir (td kmu udh nyebutin kok...), jgn mpe roh si MISCHA itu bnr2 masuk ke kamu (gilak aja udh 3 taon ga lepas2, fiuh.. kmu kuat jg yak..?!). coba cari peran yg protagonis, sdkt mellow gitu ato apalah, yg penting diluar yg antagonis, ya... aku yakin psti bnyk tawaran buat kmu diluar peran antagonis... coba inget si nia ramadhani dgn bawang merah-putinya dulu...? maaf ini bukan membanding-bandingkan kalian berdua ya... tp klo ga salah si nia jg pernah main di sinetron mellow kok.... emg sh keliatan beda bgt wkt dia main jd antagonis ke protagonis gitu... tp kelihatannya jd lbh asyik tuh. so now, back to you, NYAI.... focus...focus...focus...! wish you luck there.

    ReplyDelete
  21. Salam,

    Terlebih dulu saya ingin perkenalkan diri saya
    Nama saya norhelty tetapi biasa dipanggil helty,
    Saya tertarik dengan entry dinda yang ini.. kerana saya merupakan diantara salah satu peminat sinetron cinta fitri dari malaysia..

    Syabas saya ucapkan kepada md kerana membuatkan sinetron ini cukup menarik untuk ditonton..

    Sebenarnya saya sangat membenci watak mischa dalam sinetron ini rasanya seperti mahu dibunuh saja kalau berjumpa dengannya nanti.
    Tapi itu hanyalah sebagai imaginasi sesaat saja sewaktu menonton sinetron ini.. dan setelah itu seperti tiada apa yang berlaku..
    Saya tidak menyangka yang watak mischa ini boleh menjadikan dinda terpengaruh dan terbawa-bawa.. tetapi kamu sungguh hebat kerana dapat melawannya...

    Sungguh menarik entry dinda kali ini saya faham tentu susah untuk menerangkan kepada penonton yang dinda itu adalah dinda bukan mischa kerana mischa sebenarnya tidak wujud bukan.... Jadi saran saya ialah cuba dekatkan diri anda sedekat mungkin kepada penonton tunjukkan kalau mischa itu hanyalah watak disinetron saja dan dinda adalah dinda dia berbeza dengan mischa...

    Saya juga berharap sinetron ini tidak terlalu panjang kerana takut jenuh dan membosankan..

    Teruslah berjuang dan jangan mudah menyerah dan yang penting anda adalah dinda kanya dewi dan bukan mischa...

    Semoga komen saya ini menjadi salah satu pendorong kepada dinda untuk terus berkarya..

    Dan salam untuk semua krew CINTA FITRI...

    ReplyDelete
  22. Kak Dinda Kanya Dewi....
    Aq jg prnh denger kalau seorang aktris(antagonis) itu dibenci sama fans nya berarti aktris itu sukses meranin perannya..
    tp kalau sampai kbwa di kehidupan nyata kayak gitu, itu sh namanya effectnya... sebenarnya masalah kakak sh cukup serius juga ya.. cb aja konsult ke psikolog bukan berarti gila lho.. tp kan masalahnya menyangkut psikis kakak...

    ya memang sh aq jg kesal sama tokoh mischa dalam cf itu... ( aq jg nntn cf walaupun gag dr awal, tp ttp nyambung kok..) tp kalau aq ketemu sama kakak dimana pun itu aq msh menggangap kakak adalah "Dinda" yang berperan jadi "Mischa"

    So jangan sedih dan sampai sakit gara2 stress gitu dong... kakak minta bantuan dari tuhan ajha........ moga2 doa kakak bisa terkabul^^

    Gbu

    ReplyDelete
  23. cayooooo kak....
    DINDA KANYA DEWI

    ReplyDelete
  24. yang penting semangat ya dinda!!!

    toh masih banyak yang suka sama lo.

    Wajar aja tuh ibu-ibu ato penonton benci sama karakter yang lo bawain sebagai mischa...

    Berarti akting lo sukses, satu aja pesen gue sebagai pengamat akting lo, (jangan lupa kalo lo punya Tuhan yang menciptakan lo dan mengabulkan keinginan lo buat jadi sukses)

    ReplyDelete
  25. teh dinda, sabar ya.. orang Indo kebanyakan otaknya gak di pake.
    kalo teteh di gituin berarti akting teteh hebat dan sukses. ya kan?

    ReplyDelete
  26. wah gk nyangka sampe segitunya, sabar yha. kalau aku jadi kk pasti sdh lari deh gk bakal balik lagi (contoh buruk jgn dtiru),
    law ending misca jdi baik apa mungkin gk tapi itu ending kapan yha. CF gk pernah tamat sih
    tetap semangat k jgn nyerah. ingat siapa kk sebenarnya
    wah makin ngelantur. selalu terbaik ^.^

    ReplyDelete
  27. Dear Dinda,
    Jangan Penah Berpikir Bahwa Kamu Telah Dikendalikan Oleh Mischa.
    Kamu Adalah Dinda,Dan Akan Selalu Menjadi Seorang Dinda.
    Kamu Hanya Membutuhkan 1 Obat,
    WAKTU
    Take Some Rest,Chill With Your Friends,Dan Jangan Anggap Mischa Adalah Beban
    Percayalah,Kalo Kamu Bisa Kontrol Mischa
    Kamu Adalah Dinda,Bukan Mischa.
    Tanamkan Itu Di Kepala Mu Dan Jangan Anggap Mischa Itu Eksis
    FIGHT,DINDA!

    ReplyDelete
  28. mbak dinda, sebelumnya perkenalkan saya iyus dari jogja. mahsiswi semester 4 fakultas isipol ugm yogyakarta. jujur setelah membaca postingan mbak dinda kali ini cukup tergugah hati saya untuk mengatakan bahwa "saya ngefans sama mbak dinda semenjak saya SMA". saya melihat karakter sesungguhnya yang ada pada diri mbak dinda sangatlah menyenangkan, seru, dan bisa menerima segala tantanga. at least, kita sama-sama berawal dari kehidupan anak tomboy yang mulai tergeser tuntutan usia. satu hal saja mbak, saya ngefans sama kamu. dan mungkin akan sangat aneh bila ternyata saya menyimpan foto-fotomu yang saya unduh dari internet. saya tahu anda akan biasa saja menanggapi hal-hal semacam ini. tapi hanyalah lewat ini mungkin semua akan terjawab. teruslah semangat mbak dinda. teruslah berkarya. di antara seribu orang yang membencimu ada satu juta orang yang menyayangimu. percayalah. cheers :)

    ReplyDelete
  29. Maaf ya, aku baru kasih comment (soalnya cinta fitri udah selesai). Kak, semangat ya, aku tau dibenci itu gaenak apalagi atas hal yang sebenarnya gak harus disalahkan. Tapi aku salah satu fans kak dinda karena banyak alasan, bukan hanya aku mengagumi mischanya, tapi karena aku kagum kak dinda bisa total dalam memerankan mischa, sampai berkorban banyak. Tapi aku yakin, kak dinda kuat :)

    ReplyDelete