Monday, December 13, 2010

Karmapala (Terang Itu Datang)

16 Oktober 2006,

Cahaya, Sinar….
Aku melihatnya….
Dari mana kah kau datang….?
Yah…disana ..aku melihatnya…

Begitu terang…
Tapi masih tersamar…
Aku ingin mendekatinya..
Begitu dekat…
Hingga aku benar-benar bermandikan terangnya...

Tapi..tapi mengapa aku tak dapat melihat apa dan siapa..
Apakah cahaya itu terlalu terang terlalu besar untuk kulihat..
Atau kah harus hanya dari sini saja aku melihatnya..

Tunggu..
Cahaya itu mendekati ku…
Dapat kurasakan terang yang sebenarnya..
Yah..kini aku telah bermandikan cahayanya, sinarnya…

Aku melihatnya…
Aku dapat melihat sekelilingku…
Aku dapat melihat warna..
Melihat yang selama ini tersembunyi dalam hitam..

Tak ada hitam
Tak ada gelap
Tak ada kelam
Kini semua berwarna..indah!

Itu jalanku,
Jalan yang selama ini ku cari kini nampak…
Jalan yang ingin ku capai…
Jalan yang ku yakini sebagai akhir dari semuanya..
Akhir dari kegelapan…akhir dari kesedihan…akhir dari kesepian..

"Cahaya…
Jangan pergi…janganlah meredup..
"Sinar…
Tetaplah terangi diriku..

Aku tak mau melihat kelam..
Aku tak mau melihat gelap lagi..
Warna....hanya Warna..yang ku mau


_Dkd_
http://www.myspace.com/karmapala/blog

Tuesday, December 7, 2010

Oma Tetaplah Oma!


Jika berbicara tentang sosok Oma Ida Kusumah, mungkin tidak hanya cukup dengan satu kali post dalam blog ini. Tapi saya coba untuk menuturkan bagaimana kebahagian kami, keluarga besar Cinta Fitri dan khususnya saya. Oma, begitu kami akrab memanggil almarhumah Ida Kusumah, awal pertemuan saya dengan Oma adalah ketika saya mendapat kesempatan main di Cinta Fitri. Siapa yang tak mengenal beliau, sebelum saya lahir pun beliau sudah eksis di dunia seni peran hampir lebih dari 30 film dan banyak sinetron maupun iklan ia bintangi.
Walaupun dengan segala prestasi dan pengalamanya dalam dunia seni peran akan tetapi Oma tetaplah orang yang sangat ramah dan bersahaja. Ia tidak membeda-bedakan kami yang notabenya adalah juniornya di dunia seni peran. Jujur saya bingung harus memulai dari mana jika bercerita tentang Oma karena terlalu banyak kenangan kami dengan beliau. Semasa hidupnya oma banyak berpesan kepada kami mengenai pengalaman hidupnya dan perjuanganya berada di dunia seni peran. Banyak sekali petuah yang ia berikan kepada kami, Oma selalu berpesan kepada kami untuk maksimal jika kami benar-benar mencintai dunia seni peran.
Kenangan mengenai oma sangat membekas di hidup kami. Saya bahkan hingga detik ini masih sering terbayang-bayang moment kebersamaan kami. Saya rindu disaat kami bersenda gurau, saling tertawa berbagi cerita. Oma selalu bercerita mengenai perjalan hidupnya kepada kami, perjuangannya dikala ia muda hingga ia bisa bertahan hingga saat ini. Banyak sekali yang ia ceritakan. Oma selalu berpesan agar kita mengetahui sejarah dunia yang saya cintai ini, yaitu dunia seni peran. Ia selalu berkata agar kita tidak melupakan sejarah dunia perfilman dan untungnya saya termasuk orang yang beruntung karena bisa mendengar banyak cerita mengenai dunia seni peran dan industrinya dari masa ke masa langsung dari mulutnya.
Oma adalah figure yang luar biasa bagi saya, seseorang yang kuat dan pantang menyerah dalam hidupnya. Hal yang tidak pernah akan saya lupakan adalah pesannya kepada saya untuk total, maksimal, dan all-out dalam beracting. Oma selalu marah-marah kalau dia disuruh shooting tapi dia belum mendapatkan scenario (Script) dan membacanya, pasti dia langsung berteriak “Skenario itu adalah senjatanya pemain!” dan saya setuju dengan pernyataannya ini. Beliau berkata bagaimana kita mau berperang kalau kita belum punya senjata. Dia menganggap set shooting adalah medan perangnya dan kami para pemain adalah para prajurit yang harus dapat menaklukan perang tersebut dengan medan apapun. Bahkan hebatnya lagi di usianya yang sudah cukup senja Oma masih dengan cukup baik mengingat setiap adegan yang ada di scenario, dialog yang ada di dalamnya, bahkan ia bisa tau baju apa saja yang dia akan pakai di setiap scenenya. Totalitas oma di dunia pekerjaannya wajib di contoh.
Disiplin, inilah prinsip yang Oma pegang. Dan memang betul, ia membuktikan prinsipnya ini dalam kesehariannya. Ia tidak pernah telat datang ke lokasi. Bisa di bilang kalau dia di calling jam 12 dia sudah ada di lokasi setengah jam sebelumnya, kadang kita bilang oma itu bukanlah pemain yang “On Time” tapi dia adalah pemain “Before-Time”, karena selalu datang lebih awal. Ini kadang membuat kami para pemain muda merasa malu kalau kami datang telat ke lokasi. Kebiasaan Oma dan prinsipnya ini membuat kami ingin menjadi lebih baik.
Kenangan saya terakhir dengan Oma tak akan pernah saya lupakan, saat-saat terakhir bersama Oma sebelum dirinya menutup mata sangatlah membekas dalam diri saya. Sebelum semua kejadian mengagetkan itu terjadi Oma sempat bercerita bahwa dirinya ingin sekali berkumpul bersama kali terakhir kalinya, ia berkata ia ingin sekali berkumpul dengan sahabat-sahabatnya dari Golden Girl. Itu permintaan terakhirnya. Oma sempat berkata bahwa ia sangat merindukan saat-saat bersama keluarga besar cinta fitri, sebelum menutup hidupnya dalam tawanya ia berkata “Oma pasti bakal kangen ngumpul-ngumpul sama kalian, bisa ga yah kayak gini lagi?” saat itu kami menganggap itu hanyalah omongan biasa dari Oma, tapi ternyata itu menjadi pernyataan terakhirnya.
Masih benar-benar teringat di benak saya bagaimana tawa terakhirnya, senyum terakhirnya dan posisi terakhirnya sebelum kami benar-benar terpisah dengannya. (huh menulis bagian ini rasanya campur aduk sekali yah.). Tanpa kata perpisahan dia meninggalkan kami semua tepat dihadapan kami. Hal yang paling masih belum saya percaya adalah saat itu Oma sama sekali tidak mengeluh sakit yang ingin dia lakukan hanya lah ia ingin makan bubur. Dan itu merupakan mangkuk terakhir dalam hidupnya.
Moment disaat semua itu terjadi benar-benar cepat dan tak terbayangkan sebelumnya oleh saya. Semua terjadi begitu cepat disaat dia memejamkan mata dan kakinya terasa begitu dingin. Begitu sedih mengingat semua kejadian itu. Itulah saat-saat terakhir kami dengan Oma. Sempat terbesit ke sedikit keoptimisan saya bahwa Oma akan baik-baik saja. Akan tetapi itu semua hanyalah harapan, Oma harus pergi meninggalkan kami semua. Perasaan sedih yang saya rasakan saat itu tidak dengan mudah terbendung, rasa kehilangan yang luar biasa saya rasakan. Semua seperti mimpi!
Ingin rasanya saya mengucapkan kata-kata perpisahan kepada beliau, mungkin di dalam tulisan ini bisa sedikit saya curahkan apa yang ingin saya katakan kepada beliau.

“Oma… kalau Oma mendengar dan melihat kami darisana, Belum sempat aku dan keluarga cinta fitri lainnya mengucapkan selamat jalan kepadamu. Kau tak akan kami lupakan semangatmu selalu akan kami kenang. Aku rindu Oma, semua rindu Oma. Terimakasih Oma kau selalu menjadi inspirasi kami. Dan maafkan kami selama ini jika kami khusunya saya sempat membuat Oma letih dengan tingkah laku kami di saat kita semua bercanda. Kami semua sayang sekali sama Oma. Selamat jalan Oma’ku tersayang, kau kembali padaNYA dengan tenang dihadapan kami. Kami yakin dengan semua amal ibadahmu kau pasti akan mendapatkan tempat special di sisiNYA. Kau wanita luar biasa, dedikasimu terhadap dunia yang kau cintai tiada duanya. Kau tak akan terganti di hati kami. Sekali lagi selamat jalan Oma Ida, tunggu kami disana. Janganlah kau takut kesepian Tuhan bersamamu. Peluk cium untukmu yang tersayang Oma Ida. Kami selalu merindukanmu.”


Beliau telah pergi meninggalkan kami tapi segala hal yang berhubungan dengannya tidak akan mudah pudar. Beliau adalah seorang legenda dan saya merasa sangat bangga pernah mengenal seorang legenda dalam hidup saya. Segala hal akan kami ingat selalu, semua kenangan itu terasa begitu indah dan berwarna. Kami rindu tawamu, kami rindu segala hal tentangnya, tapi kami pun ikhlas dan rela membiarkannya pergi meninggalkan kami. We love you Oma.



Thursday, December 2, 2010

From Karmapala_

06 September, 2006

Menerawang kedepan...
kadang kata itu gampang di ucapkan oleh banyak orang tapi pada kenyataanya masih banyak manusia yang selalu berkiblat pada masa lalu...
Masa lalu yang manis, masa lalu yang indah, masa lalu yang terkadang membuat mata manusia berbinar, masa dimana manusia berjaya, masa dimana manusia dapat menjadi nahkoda bagi kehidupan dia dan lingkungannya..
Namun apakah masa lalu dapat tetap menjadi refleksi hidup manusia, disaat kaki ingin melangkah dan membuat tapak-tapak baru manusia masi tetap berjalan mundur menapaki tapak yang telah tercipta, tanpa berusaha menerima bahwa ada bagian dari jalan lain yang akan lebih indah untuk dijalani..

Menerawang...
Terkadang dapat menyenangkan apabila kedepan, namun dapat menghanyutkan jika hanya terus mengenang...

http://www.myspace.com/karmapala/blog

Tuesday, November 16, 2010

Naif in me! (part 2)

Kita Lanjutin yah cerita tentang Naif, setelah pengalaman bisa berfoto bareng sama David kita lanjut lagi ke cerita berikutnya. Kita mulai dengan pengalaman saya foto bareng sama para personil Naif lainnya. Jadi gini kawan semua sahabat saya dan orang-orang terdekat saya sangat tau seberapa sukanya saya sama Naif. Sampai suatu saat ketika saya lagi nonton JavaJazz (lupa tahun berapa yang jelas saat itu saya nonton Jason Miraz, nah tahun berapa tuh?). Lagi seru-serunya nonton om Jason tiba-tiba dari kejauhan di remang-remang arena konser saya melihat penampakan salah satu personil Naif yaitu Pepeng. Reflek lah si perempuan norak ini meminta ke temenya yang kebetulan kenal dengan Bang Pepeng untuk minta foto bareng. Jepret! Di foto lah akhirnya perempuan itu dengan kondisi muka yah yang hampir sama ketika berfoto dengan David (muka nyengir lebar, bahu agak naik menahan girang, haha). Singkat cerita saya merasa girang dan dapet double bonus, nonton om Jason dan bisa foto sama drumer handalnya Naif.




(Ini buktinya, Tuh kan saya ga bohong muka saya super nyengir. :p )
Lanjut ke cerita berikutnya setelah sekian lama sangat rindu untuk menonton Naif secara live akhirnya satu kesempatan pun datang. Saya mendapatkan kabar kalo Naif ternyata satu panggung dengan Derby di drama musical yang diaadakan oleh salah satu merek minuman bersoda. Secara cepat saya langsung liat jadwal melihat tanggal dan kota terdekat yang bisa memungkinkan saya berangkat nonton. Ternyata cocok, saat itu hari minggu dan saya dapet libur kerja dan kebetulan juga mereka manggung di bandung. Tanpa pikir panjang, yes saya berangkat ke bandung untuk nonton penampilan Naif. Beruntungnya saya bisa punya akses ke belakang panggung, setelah menunggu cukup lama akhirnya saya memiliki kesempatan untuk bertemu sebelum mereka manggung. Dengan persiapan yang cukup lengkap kalau saya bilang saat itu, karena saya sudah siap sedia dengan kamera, sketch book (berharap punya kesempatan dapet gambarnya pepeng), spidol (buat minta tanda tangan), dan sebagainya. Saya akhirnya bisa berjumpa dengan mereka, minta foto bareng lah saya dengan semua personilnya. Saat itu saya mikir semoga mereka ngga inget saya orang yang sering minta foto bareng sama mereka (waduh ini saya nulis sambil malu-malu sendiri). Dan benar saja ketika saya minta foto sama band Pepeng dia ngomong “Bukannya uda pernah foto bareng ya?”, jeng jeng!, sebenernya malu banget waktu disapa seperti itu, tapi ya udah lah yah karena uda tanggung juga saya sok ga tau malu aja. Tapi hari itu saya sangat puas karena saya bisa menikmati dengan cukup puas aksi panggung mereka yang sudah lama saya tidak menontonnya.

Nah ini nih cerita yang paling baru dan paling tidak saya sangka juga. Pada suatu hari (ini karena lupa harinya hehe), kira-kira beberapa minggu yang lalu ada shooting Rumah Selebriti di rumah saya di Bintaro, lagi asik-asiknya wawancara tiba-tiba Dawiya (Host Rumah Selebriti) nanya-nanya soal kegemaran saya dengan Naif, ya udah cerita panjang lebar lah saat itu. Dan tanpa diduga dan dinyana, ada seseorang yang datang menggunakan baju jhony dan eny, dan dia adalah Deni yang tak lain dan tak bukan lagi adalah ketua Naiffunclub. Dan hari itu secara mengejutkan saya mendapatkan kartu member Naiffunclub dengan plus plusnya segala, mulai dari kaos samapai ke komik Naif yang ditandatangani oleh si pembuatnya sendiri, Franki Indrasmoro. Tak habis sampai disitu kejutan untuk saya dan secara tiba-tiba pun saya mendapatkan telefon dari Bang Pepeng melalui produser acara tersebut, alhasil saya berubah jadi gelagapan bingung mau ngomong apa, deg-degan? Pasti iya, jadinya yah cuman bisa gitu nanya apa kabar bla bla bla. Saya yakin sih kalau kalian denger pasti kata-kata saya sangat garing, yah mirip kayak orang yang paling tidak bisa basa-basi. Perasaan campur aduk pun saya rasakan, tapi seneng banget karena akhirnya dapet kartu anggota. Kartu yang saya sering pamerkan ke kawan-kawan saya hahaha.
Beberapa waktu lalu akhirnya saya punya kesempatan untuk menonton performance Naif di Hardrock, Jakarta. Walaupun mereka hanya tampil membawakan 2 lagu tapi buat saya ini sudah cukup untuk lagi-lagi mengobati kerinduan saya untuk menonton mereka manggung.
Bagi saya karya-karya naïf sudah menjadi bagian hidup saya dan saya besar dengan karya-karya mereka. Disaat sedang murung ataupun sedih saya bisa kembali bersemangat dengan mendengarkan lagu-lagu dari Naif, disaat saya ingin tidur dan tidak tenang saya bisa langsung tertidur dan damai dengan mendengarkan lagu “Tidurlah” dari Naif. Bahkan disaat saya memasuki fase terberat dalam hidup saya lagu-lagu Naif selalu mengiringi hari-hari saya dan dapat membangkitkan semangat saya dengan lagu “Hidup itu indah” . Saya pun berjanji pada diri saya sendiri untuk memperkenalkan Naif kepada anak cucu saya kelak seperti orang tua saya memperkenalkan Koes Plus dan The Beatles kepada saya. Naif adalah jenius, suatu kejeniusan yang timbul dari suatu kesederhanaan yang unik. Tetaplah berkarya dan menginspirasi banyak orang. Tak ada kata yang pantas yang saya ucapkan selain kata terima kasih karena telah mewarnai hidup saya dan memberi sentuhan indah dengan nada-nada kalian yang ada dalam setiap gerak langkah kami para KawaNAIF.

*Senang Bersamamu

NAIF in Me!




Naif!!!! Kalau mendengar kata ini saya langsung bisa merasakan euphoria yang luar biasa. Kali ini saya bukan akan menceritakan kenaifan saya sebagai seorang Dinda, tapi saya akan menceritakan seberapa besarkah kecintaan saya dengan sebuah band yang selalu memiliki mega karya, bagi saya tentunya. Dan di tulisan saya kali ini kalian akan membaca banyak cerita saya mengenai pengalaman saya yang berhubungan dengan band favorit saya ini.
Perkenalan saya dengan Grup band Naif berawal ketika saya duduk di bangku SMA, yang kira-kira tahun 2001 lah. Siapa yang ga kenal Naif kala itu, Grup band yang selalu menjadi Guest Star dalam setiap pensi atau pentas seni sekolah-sekolah ternama di Jakarta (dijaman saya Pensi lagi booming-boomingnya). Memang pertama kali mendengar karya Naif saat itu saya tidak terlalu terhipnotis begitu saja tapi entah mengapa saya selalu teringat dengan lagu-lagunya kala itu lagu “Mobil Balap” sangat melekat di otak saya. Kecintaan saya dengan Naif benar-benar timbul ketika saya menonton penampilan mereka secara live di sebuah acara yang diadakan MTV kalo ga salah namanya “3some Party” yang diadakan di senayan kala itu kalo ga salah juga sekitar tahun 2003 saat itu saya masih berdomisili di Balikpapan dan di akhir tahun 2003 saya baru pindah ke Jakarta.
Pertama kali melihat perfomance Naif saya benar-benar terpukau band yang sederhana menurut saya, yang begitu unik dengan aksi panggung yang luar biasa memukau (sumpah ini ga bohong). Lagu “Curi-curi pandang” yang di bawakan sangat apik saat itu membuat saya benar-benar jatuh cinta. Dan sejak saat itu lah saya memutuskan untuk memuja Naif.

Naif menjadi Guest STAR ! di pensi sekolah sayaaa… yup benar sekali saat itu sekitar tahun 2004 saya sudah sekolah di SMU 4 Jakarta dan kami ingin mengadakan Pentas Seni di Plaza barat senayan, dan saya menjadi salah satu panitia dsana. Walupun saya menjadi panitia bagian Dana tapi setiap rapat saya selalu berdoa semoga teman-teman saya punya pikiran yang sama untuk memilih Naif sebagai salah satu Guest Star saat itu. Dan dengan semangat penuh mencari sponsor dan dana akhirnya kami pun bisa membayar Naif menjadi salah satu pengisi acaranya. Berhasil! Saya pun merasa puas bisa nonton Naif Live lagi dan lagi.. Walaupun impian saya menjadi LO yang memegang Naif tidak terwujud.hehe. Mau foto bareng aja ga bisa.

Tahun demi tahun berlalu kecintaan saya dengan karya-karya dari grup Band ini pun tidak memudar. Sampai pada suatu kesempatan saya dipercaya untuk membintangi sebuah film ditahun 2006.

Kawin Kontrak!, untuk persiapan shooting ini kami seluruh pemain harus melewati proses latihan acting dan reading kira-kira selama 2 bulan. Di salah satu sesi pelatihan saat itu pelatih kami mas Adjie bong’na (maaf mas kalo salah nulis namanya pokoknya mas Aji) dan sutradara film saya Bang Ocay (Ody C Harahap) bertanya “Siapa musisi fav kamu?” dengan lantang pun saya menjawab “Naif!”. Dan hasilnya saya latihan acting mulai dari latihan gesture sampai latihan penghayatan lainnya menggunakan lagu-lagu dari Naif. Diperbolehkan latihan menggunakan lagu-lagu band favorit saya saja saya sudah kegirangan. Lagu “Jikalau” menjadi senjata saya saat itu untuk penghayatan, karena saya bisa sampai menangis kalau dengerin lagu ini menggunakan perasaan sampai dalem banget. Maaf ya agak cengeng.hehe.


Dan ini best part dari chapter ini. Saya ga pernah terfikir sebelumnya ini semua bisa terjadi (berkaca-kaca). Tiba-tiba suatu hari sebelum kita berangkat ke Cirebon untuk shooting film ini. Bang Ocay membawakan berita paling membahagiakan bagi saya, ternyata film Kawin Kontrak akan diisi musiknya oleh NAIF! Jadi selama film yang ada sayanya itu dihiasi dengan lagu-lagu dari grup band favorit saya. Ya tuhan! Saat itu saya jingkrak-jingkrak kaya orang gila seneng bukan kepalang sampe ke ubun-ubun, saya mikir ni kawan “mimpi apa gw sampai ini bisa terjadi.”hehe. Dan lagi-lagi kejutan dari Kawin Kontrak tidak hanya sampai disini. Pada saat premier atau peluncuran perdana film Kawin Kontrak, ternyata Naif datang dan untuk pertama kalinya secara langsung dalam jarak dekat saya melihat David.

Hasrat hati untuk minta foto bareng dan minta tanda tangan pun tak terbendung. Tapi ya itu jeleknya saya, saya slalu tidak PD alias percaya diri kalau udah ketemu idola (contohnya saya harus menunggu 3 tahun buat foto sama Djenar MaesaAyu karena saya takut ;p), rasanya gemeteran gimana gitu (tapi ya suka sok ditenang-tenagin haha). Saya cuman bisa diam saja di pojokan sampai gerak-gerik saya terbaca oleh sutradara saya yang baik hati, Bang Ocay. Dia bilang “Lo mau foto bareng sama David ya?” dengan bisik-bisik gw bilang “ Iya bang tapi gw malu!” terus sekonyong-konyong dia pun berteriak ke David “Pid pemain gw ada yang norak ni ngefans sama lo mau foto bareng!”. Masyaallah itu mah perasaan saya makin malu bukan kepayang. Dan dengan malu-malu tapi mau, sambil meyiapkan mental dan mengatur nafas saya pun foto bareng sama David, muka saya bener-bener ga sedap dipandang kayaknya saat itu merah-merah gimana gitu, terus senyum kelebaran, cengar-cengir ga jelas. Girang bukan kepayanglah perempuan norak satu ini tapi sayangnya saat itu saya cuman bisa foto cuman sama David yang lainnya ga sempet. Menurut saya ini sudah menjadi prestasi hebat haha. Dan dengan bangga saya upload foto itu di Facebook.

(Liat aja nih, terlihat seberapa keras saya menahan rasa senang dan hasilnya lagi-lagi nyengir haha ;p)

Pengalaman saya tidak sampai dsini sayang di part berikutnya saya akan bercerita gimana saya selalu foto berkali-kali dengan Naif (mungkin juga mereka bosen kali ya dia lagi dia lagi hehe), bagaimana Naif mewarnai hari-hari saya, Dimana lagu nina-bobo saya adalah salah satu lagu Naif, dan sampai akhirnya saya masuk Naiffunclub, dan masih banyak lagi. Tunggu ceritanya yah kawan.

~cheers

Friday, September 24, 2010

Girls!



18 september 2010
Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan sedikit waktu untuk berlibur dengan kedua sahabat kecil saya. Kenapa saya sebut sahabat kecil karena kami berkenalan diasaat kami berada di SMP paling tidak saat ini usia kami sudah tak semuda saat kami bertemu dulu (teman saya della sudah menjadi akuntan dan dita sudah lulus menjadi sarjana Psikologi dan siap untuk kerja di singapore). kami bersahabat sudah hampir 10 tahun yang lalu dan tidak pernah saya fikirkan sebelumnya kami sampai detik ini masih bisa mengahabiskan waktu bersama. Suasana masih seperti dulu walaupun sekarang semuanya berubah, semua sudah berkembang, semua sudah tumbuh menjadi apa yang kami inginkan. Segala perubahan ini begitu terasa indah, yang membuat kami nyaman satu sama lain adalah bagaimana kami menjadi kami disaat bersama, kami menjadi kami dan tak berubah, sama seperti masa kami bertemu dulu.

" Untuk sahabat-sahabatku terima kasih atas persahabatan indah yang kalian berikan, ada masa dimana kami merasa terpisah ada saat dimana kami merasa jauh. tapi pada akhirnya kami selalu di pertemukan oleh keceriaan. Tak perlu banyak kata terucap dari bibir kami masing-masing tapi kami tetap bisa mengetahui seberapa besar rasa sayang kami antar sesama. Selalu lah menjadi kalian yang selalu menjadi diri kalian. Banyak kisah yang sudah kita ukir, teruslah mengukir kisah indah kita kawan. Dan tetaplah disana karena akupun ada disini."

Benar-benar perjalanan yang menyenangkan kawan semoga kita bisa terus bersama.

*Big Hug*






Thursday, September 23, 2010

Majapahit Yang Menggigit

"Suasana dalam Hotel Majapahit"
"interior Restaurant"
"Loby Hotel"
"Hotel Majapahit"

"Noni Belanda hehe"
Kalau bicara tentang kota ini mungkin tidak terlalu banyak hal yang bisa di bilang saya sukai, tapi tempat ini membuat saya jatuh cinta. Surabaya! kota ini yang akan segera saya ceritakan di post'an blog saya kali ini kawan. Walaupun saya bilang pada awalnya saya memang tidak terlalu tertarik dengan kota ini tapi ada satu hal yang selalu membuat saya penasaran (buat yang tinggal di Surabaya jangan tersinggung ya karena Surabaya ga jauh beda sama Jakarta jadi buat saya ga ada yang terlalu special hehe) . Sesuai dengan sebutan kota Surabaya yaitu kota Pahlawan kota ini memiliki nilai histori yang sangan tinggi, dan saya adalah termasuk orang yang sangat suka dengan sesuatu yang berbau sejarah. Saya selalu ingin tau yang namanya hotel Yamato atau yang dikenal sebagai Hotel majapahit saat ini.
Kesempatan untuk mengunjungi hotel ini pun datang beberapa bulan yang lalu, ketika saya mendapat tawaran untuk mengisi sebuah acara disana, disela waktu yang sangat sempit saya memutuskan untuk mengunjugi hotel tersebut (untungnya saya dijemput kawan saya Nella yang mau berbaik hati nganterin saya kesana). Malam itu saya nekat pergi ke Hotel tersebut dari semua teman saya yang berasal dari jakarta yang saya ajak untuk mengunjungi hotel itu pada bilang ga mau, katanya ngapain amat ke hotel yang terkenal dengan misterinya.
Hotel majapahit ini memang merupakan hotel yang terkenal dengan "dedemitnya" dibanding dengan keindahannya didalamnya. Mungkin karena hotel ini merupakan salah satu hotel tertua yang ada di Surabaya. tapi saya yakin ketika kita menginjakan kaki ke hotel tersebut kesan seram itu akan hilang dengan tiba-tiba karena aroma sejarah dan keunikan dari hotel itu akan mendominasi.
Benar saja ketika saya sampai dsana hotel ini memang terlihat sangat tua (agak menyeramkan mungkin bagi mereka yang amat percaya takhayul) tapi secara keseluruhan hotel ini sangat terawat dengan baik. Akhirnya kami pun memilih untuk mencoba restaurant di hotel tersebut, restaurant ini cukup banyak di review oleh turis-turis asing yang datang kesana (dan kebanyakan memang mereka terpesona dengan nuansanya, sayapun begitu teman-teman). Kalau datang kesana cobalah restauran seafood yang mereka punya yang terletak di lantai atas, interior dan suasana di restaurant itu super duper indah. Furniter lama masi di pertahankan semua tertata rapih persis seperti tahun 30'an (kalo di film-film si modelnya bgini hehe). Dan makananya pun enak dan kalian kalo datang kesini harus coba ice tea special buatan restaurant tersebut, simple sih tapi unik sekali.
Tiba-tiba tawaran menarik pun datang dari PR hotel tersebut saya dan teman saya diberi kesempatan untuk tour keliling hotel di malam hari dan benar hotel ini memang sangat indah dan luar biasa terjaga. Saya pun merasa puas berkunjung ke hotel majapahit. Sayapun langsung jatuh cinta luar dalam dengan tempat ini, kedengerannya berlebihan ya tapi memang begitu adanya.
Bagi kawan pembaca kalau memang kalian ada kesempatan buat jalan-jalan ke kota Surabaya ga ada salahnya mencoba berkunjung ke hotel majapahit ini, kita akan serasa masuk ke mesin waktu yang membawa kita masuk ke masa lampau. Dengan begini kita juga dapat belajar mengenai sejarah negara kita dan kita akan semakin menghormati jasa pahlawan dengan segala pengorbanan yang telah mereka lakukan untuk negeri ini. Jalan-jalan sekalian belajar sejarah, seru loh!

Hotel Majapahit
Jalan tunjungan no.65 surabaya 60275 east java indonesia, Surabaya
60275, Indonesia
(0)31 545 4333

www.hotel-majapahit.com


Wednesday, September 22, 2010

Maaf

Maaf beribu maaf yah blum bisa update lagi secepatnya di update karena si Pinky lagi ga sehat
nanti secepatnya saya post tulisan baru.

Cheers*

Tuesday, July 20, 2010

Jakarta 19 july 2010
Huuuhh hahhh! Memulai kembali aktifitas yang akan segera memakan berbagai bagian dari segi kehidupan saya bagai masuk kelabirin yang mungkin dengan sangat mudah saya taklukan. Tapi initinya tetap saja labirin. Hari ini saya akan bercerita mengenai awal saya kembali memulai aktifitas menjadi seorang pelakon Mischa.
Hay Mischa we meet again!
Tapi kali ini yang saya rasakan berbeda bukan lagi beban yang beberapa waktu lalu saya rasakan. Semangat baru untuk memulai sesuatu yang baru. Dalam proses pembuatan Cinta Fitri season 6 ini, cerita yang akan disajikan masih tergolong ga jauh beda sama ending di season 5. Dan makin meyakinkan saya kalau ternyata Mischa adalah seoranmg Mutan atau dia utusan dari planet lain yang datang ke bumi untuk memberika sesuatu message (hahaha ini mulai ngaco ya!).
Back to the track, Apapun yang mungkin para penonton rasakan sebagian berkata Bosan! Sebagian bekata Lanjutkan! Hehe membuat kami bersemangat untuk menyajikan sesuatu yang baru dissini .
Apakah itu?
Biarkan kami selesaikan tugas ini, dn secepatnya kalian bisa menikmati.

Cheers*

Inhale-Exhale

Ubud, 10 June 2010
Satu kata untuk menutup hari ini, WOW! Hahahha
Entah mengapa rasanya luar biasa hari ini dimana dari semua hari-hari yang saya lewati beberapa hari ini di ubud akhirnya hari ini lah yang saya tunggu, maaf kalau yang akan menganggap ini biasa saja. Tapi menurut saya ini luas biasa, haha maaf kata itu lagi yang kluar…Luar Biasa!
Awalnya saya dan kakak saya yang menemani saya di ubud (thx ka hendi) merasa ingin muter-muter di Ubud, akhirnya kami memutuskan untuk muter ubud awalnya sih ga kepikiran saya mau kemana dan ngapain, yang saya fikirkan hanyalah menikmati keindahan Ubud yang luar biasa mempesona saya. Awalnya saya muter-muter di Monkey Forest liat-liat barang trus cari-cari buku, sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengarahkan motor saya kearah desa Campuhan. Dan jenjreng! Saya melewati museum Antonio Blanco, entah apa yang membawa saya kesana rasa ingin tau yang begitu besar membuat saya menghentikan motor saya dan berkunjung ke Museum Sang Maestro.
Luar biasa! Itu yang pertama saya ucapkan dalam hati Museum Antonio Blanco terdapat di atas bukit, Bentuk bangunan yang unik begitu pula dengan luasnya Museum membuat saya terperangah. Dan yang paling saya suka disana, sebelum kita disajikan oleh karya-karya lukisan sang Maestro, kita akan disuguhkan pelayanan dan sambutan dari mba-mba yang akan mengantar kita untuk keliling museum. Selain itu saya juga merasa terkagum-kagum dengan keunikan bangunan-bangunan disitu yang merupakan buah karya dari sang Maestro juga. Selain itu disana saya banyak melihat burung-burung yang ga kalah unik yang dipelihara oleh keluarga Blanco. Dan yang paling luar biasa! Juga adalah kita akan diberikan minuman berupa es Kopi yang entah dari apa dan dari mana resepnya Rasanya Luar biasa!!!! Lagi lagi luar biasa.
Itu tadi hanyalah awal dari perjalanan saya di Museum Antonio Blanco, keindahan yang saya ceritakan tadi hanyalah sebagian dari sekian keajaiban yang yang temukan di dalamnya. Setelah saya berputar-putar Museum sambil menikmati keindah karya lukisan sang Maestro yang membuat mata saya sulit berkedip (ini ga berlebihan yah), tiba-tiba mba-mba guide kami menyampaikan pesan kalau anak dari Antonio Blanco yaitu Mario Blanco ingin bertemu dan berbincang dengan saya, wah betapa senangnya saya ketika saya mendapat kabar itu (sumpah agak deg-degan). Saya fikir orangnya serius, kaku ala-ala seniman eksentrik, tapi ternyata ketika saya bertemu dengan beliau, wow lagi-lagi Luar Biasa! Orangnya sangat ramah dan baik, Beliau pun mulai bercerita tentang keluargaya yang hobby nonton sinetron “Cinta Fitri” (ini juga ga kalah mengejutkan saya). Kalo bisa teriak mungkin saya akan bilang “Yang bener Om?” hahaha. Tapi ga mungkin lah saya teriak-teriak seperti biasa untuk menunjukan rasa spontanitas saya dan kekagetan saya.
Setelah banyak berbincang sambil menunggu kedatangan keluarga Blanco lainnya, tibalah kita di depan sebuah lukisan disini kami tertegun dan tiba-tiba Om Mario berkata pada saya untuk melihat lukisan tersebut “Kamu liat kan dilukisan bapak saya ini banyak coretan dan ini merupakan coretan-coretan yang salah” katanya, Saya cumin bisa berkata “Ohhhh”. Lalu dia bilang “Kamu tau kenapa coretan-coretan kesalahan itu tidak dihapus dari lukisannya?”, saya menggeleng dan dia berkata..
“Seorang pelukis dapat dikatakan pelukis jika dia bisa menggunakan kesalahan coretan dalam kanvasnya, menjadi kekuatan utuk lukisan karyanya”
Saya super tertegun mendengarnya, secara tidak langsung dia menyampaikan pesan bahwa kesulitan dalam hidup janganlah dijadikan suatu hal yang membuat kita jatuh tapi jadikanlah itu sebagai kekuatan untuk memulai hidup kembali dan bangun dari keterpurukan.
Saat itu saya tak terlalu sadar tapi saya terus berfikir, selanjutnya kami berbincang samapai akhirnya tiba di depan lukisan karya beliau. Dilukiasan itu saya melihat ada gambar “Teko, Kelapa dan gamelan” tiba-tiba Om Mario berkata “kamu tau ga arti atau filosofi dari lukisan saya?” dannn lagi-lagi saya cumin bisa menggeleng. Lalu ia pun berkata…
“Teko artinya kita hidup harus seperti teko selalu siap memberi dan menyimpan untuk member orang lain disaat orang lain membutuhkan. Kelapa!, kita hidup sebagai manusia harus seperti kelapa, karena taukah kamu kalau kelapa adalah tumbuhan yang dari ujung akar hingga ujung daunnya memiliki fungsi. Gamelan! Gamelan adalah alat music yang dipukul, dia rela dipukul dia rela disakiti untuk mengeluarkan suara yang indah untuk menghibur orang lain.dan itu yang Harus kita lakukan sebagai seorang SENIMAN”
Peryataan itu sangat menusuk saya seketika, lagi-lagi Luar Biasa! Apa yang saya cari seperti saya temukan dsana. Segala kegalauan saya saya temukan disini. Apa yang saya rasakan selama ini Cacian, Makian, Hujatan dan keletihan memainkan tokoh mischa yang membuang saya terganggu secara psikologis bagai memudar dalam seketika. Jawaban yang saya cari saya temukan tanpa sengaja di tempat ini. Dan saya bersyukur saya bisa bertemu dengan orang-orang mengaggumkan seperti mereka.

Terimakasih untuk:
Om Mario Blanco, Tante Wimas, Fortunia, Falencia, Nio dan Ubud.
“Sepertinya bukan saya yang memilih Ubud tapi ubud yang memilih saya”
Itulah alasan saya bahagian dan cinta berada di Ubud*



Friday, June 4, 2010

Screw You Mischa!


Pertama-tama saya mau minta maaf untuk kawan-kawan readers karena postan’nya agak lama, sempet beberapa hari ini saya lagi dalam kondisi yang kurang baik sampai akhirnya saya memutuskan untuk istirahat sejenak dan membiarkan diri saya untuk sedikit mengotrol apa yang sudah terjadi.

Saya merasa memang saya harus membagi ini semua kpada kalian, paling tidak ini dapat juga sedikit membantu saya untuk menghadapi ini semua. Sebelumnya saya belum pernah membgi apa yang saya rasakan slama ini kpada orang lain selain orang-orang yang sangat mengenal saya. Tapi kejadian beberapa waktu lalu tepatnya pada tanggal 3 juny 2010 di Lippo karawaci memperyakin diri saya kalau saya memang harus membagi cerita ini secepatnya.
Saya mendapatkan hal yang sangat tidak menyenangkan ketika saya harus datang pada acara nonton bareng penggemar Cinta Fitri di Lippo karawaci, kronologinya adalah disaat saya harus kembali ke ruang tunggu selepas saya menyapa para penonton dan pengunjung saya mendadak diserang oleh para pengunjung yang ada disana mungkin bukan hanya saya saja yang diserang tapi pemain lainnya. Saya mengerti betul mungkin mereka tidak punya niat buruk mungkin cumin gemas atau apalah tapi bentuk nya jusrtru menjadi kekerasan seperti menjenggut, mencubit, memukul,mencakar dan melakukan hal-hal lainnya yang bisa melukai kami. Disaat itu posisinya saya dalam penjagaan beberapa penjaga tapi karena ada beberapa orang yang berusaha menjenggut saya (dan berhasil) saya pun terlepas dari penjagaan habiss! Lah saya padahal kmarin saya udah siap-siap dari rumah bawa hoody karena saya yakin pasti saya akan diserang, ketika saya dalam kondisi tidak dengan penjagaan bertbi-tubi pukulan saya terima dan saya pun coba melepaskan diri pada saat itu saya mencoba berbicara pada mereka saya teriak dan berkata “Tolong jangan pukuli saya, saya sakit!” saya berusaha berbicara sambil membungkuk menandakan saya memohon (kurang apa coba) saya melakukan itu karena saya fikir mereka sama seperti saya manusia yang masih punya hati nurani, Tapia pa nampaknya tak ada satupun yang mendengar saya seakan kuping mereka tersumpal sesuatu yang bernama MISCHA! Tanpa ada rrespon mereka kembali memukuli saya dengan mencakar dan menjambak alu untuk kedua kalinya saya coba untuk berteriak di tengah kerumunan masa yang tak mau tau itu, Dan hasilnya SAMA SAJA, mereka terus melakukan usaha melampiaskan kekesalan mereka pada MISCHA! Tanpa mereka sadari yang mereka kasari adalah saya DINDA! (aduh jadi mau nangis kalo inget ini). Saat itupun saya merasa diri saya dalam bahaya, entah mengapa saya merasa sakit tidak hanya fisik tapi juga perasaan saya dan kalau kalian ada di posisi saya mungkin kalian bisa mengerti. Tanpa saya sadari emosi saya pun terpancing saya menagis saat itu (malu ihk) dan saya pun berusaha berlari darii mereka dengan sebisa saya, tanpa saya sadarpun saya melakukan pembelaan diri dengan menghadang setiap tangan yang mau menghakimi saya (kalo kalian liat saya mirip kaya maling ayam yang mau di amuk masa). Saya berlari dan minta tolong tapi mereka tetap tak peduli emosi sayapun makin memuncak saya sedih, saya kecewa, saya terluka, karena itu saya terlihat berantakan dan ngamuk sesaaynya saya sampai di ruang tunggu (burger king sih waktu itu). Emosi saya tak terbendung saya menangis lebih parah lagi d BK walaupun saat itu saya coba sebisa mungkin menahannya saya benar-benar SHOCK! Disittu ternyata banyak kamera kawan-kawan Infotaiment, aduh baru sadar saya juga jadi bingun mesti gimana karena saaya udah ga tahan lagi, jadi saya pun di tenangkan kawan-kawan dsana dan saya seperti orang linglung, sampai akhirnya semua itu mereda.

Sebenarnya hal seperti ini bukan sekali saya alami, sudah berpuluh-puluuh kali makian, cacian, hujatan, dan kekerasan fisik menjadi makanan saya sehari-hari di tengah kerumunan orang (bahkan di luar Jakarta lebih parah lagi), beberapa bulan yang lalu atau biasanya saya pasti masih akan tersenyum atau menahan jika saya diserang tapi entah mengapa hari itu menurut saya sudah cukup, saya sudah muak dengan semua ini, itu yang terlintas di otak saya, saya hanya lah manusia biasa, saya pun punya limit kesabaran yang saya buat sendiri, saya merasa saya tidak pernah berbuat jahat pada mereka tetapi kenapa saya tersakiti?. Mungkin ini KONSEKUENSI si ANTAGONIS saya tau betul itu, tapi mengapa ini bertubi-tubi saya alami, saya pun bisa marah dan di saat saya mengeeluarkan emosi normal saya sebagai seorang manusia yang merasa disakiti pendapat orange malah begini “ Wah Mischa NGamuk-ngamuk waktu dipukulin, Ternyata ga ada bedanya yah di sinetron atau di dunia nyata” (ya tuhan saya fikir salah lagi yah gw? Harus gmana donk? Jadi serba salah.).
Semoga cerita saya kali ini bisa membuka mata para penonton dan pembaca bahwa masalah yang saya alami tidak sedangkal itu, apa yang saya rasakan mungkin tidak pernah terbanyangkan oleh kalian, tapi percaya lah kepada saya yang akan saya ceritakan adalah kenyataan yang terjadi pada diri saya slama ini, memang pertama bercerita masalah ini banyak yang meragukan tetapi semenjak kejadian di Lippo karawaci banyak dari mereka yang awalnya meragukan menjadi sedikit terbuka matanya.

- Sudah beberapa bulan kebelakang saya merasa ada yang aneh pada diri saya, emosi saya tidak stabil, saya bingun apa yang saya rasakan, untung keburu kediteksi karena sayapun mempellajari hal ini. Saya merasa terlalu dekat dengan karakter MISCHA. Semakin dekat dan mudahnya saya memanggil roh mischa datang dan merasuki dalam diri saya. Dan ini merupakan awal dari semua masalah yang saya alami.

- Saya selalu mara kalau MISCHA dihujat bukan DINDA!, aneh memang saya merasa tak terima kalau mischa dimaki atau di hujat seharusnya saya sadar dan memang sebenarnya saya sadar kalau tokoh mischa ini merupakan tokoh yang tidak baik. Tapi entah mengapa beberapa bulan kebelakang Karen saya merasa dekat dengan mischa saya menjadi pembelanya no.1 didunia. Dan ini sangat mengganggu saya ketika saya tersadar.

- Ada beberapa dialog Mischa di Cinta Fitri yang saya ucapkan tanpa saya sadari!, Aneh juga kan semua itu baru saya sadariu ketika sutradara berkata CUT, kadang-kadang saya mikir knapa saya ngomong gitu yah? Improve saya begitu cepat begitu saya harus memerankan mischa pembelaan, pembelaan atau apapu yang keluar dari mulut saya itu keluar begitu saja, bahkan saya makin sulit untuk mengotrolnya. Sangat Nampak disini saya membelanya.

- Saya pernah geemetaran luar biasa ketika adegan dimana Fitri memaki Mischa!, tau kah kalian saat itu badan saya gemetaran emosi saya kaya di ubun-ubun yang ada d otak saya saat itu adalah “Gw tonjok lo fit!” Gila kan ini parah waktu saya sadar dan meencoba mengontrol badan saya jadi gemetaran saya sampe agak terbata-bata dalam dialog. Saat itu yang sadar saya berubah dan berperang dengan mischa adalah sutradara kami (trimakasih bang atas supportnya), setelah take saya mencoba lari darei keramaian saya coba minum dan menenangkan diri saya berfikir “Wah gila ni..ini ga wajar!” saya mencoba menelefon kekasih saya saat itupun tanggapannya adalah, dia merasa saya lebay alias berlebihan dan banyak orang yang ngomong “udah lah ga usah difikirin” padahal mereka ga ngerti sebenernya ga segampang lo nyebut “udahlah” (But thx god skarang derby menjadi org yang paling mengerti dalaam hal ini)

- Kekasih saya merasakan perubahan dari saya, dan saya bertengkar terus slama berhari-hari!, Adu argument ga mau kalah entah mengapa saya sempat berhari-hari saya menjadi orang super SENSITIF, padahal pacar saya ini tau banget saya orang yang paling cuek tapi saya menjadi berubah Moody berat, saat itu dia sempat bilang “Aku mau kann yang aku kenal bukan Mischa!” itu sangat menusuk saya dan saya pun merasa saya mau gila, fiuhh..sedih banget. Saat itu saya seperti berantem sama Sosok ini saya seperti mulai menolak untuk dekat dengan dia tapi saya harus, itu yang membuat saya menjadi lebih ringkih sekarang ini.

- Setiap hari saya Migren!, saya tidak pernah punya penyakit ini tapi entah mengapa setiap mengingat karakter dan beban saya kepala saya sakit luar biasa kaya di tusuk-tusuk, sampe-sampe kalo kalian liat urat di kepala atau jidat saya itu nimbul, terus kedudut-kedutan dan rasanya sakit banget.

- Warning dari dosen saya!, awalnya saya ga percaya saya anggap ini sebagai obrolan santai antara dosen dan mahasiswanya waktu itu salah satu dosen di kampus saya (kebetulan saya kuliah di jurusan Psikologi Paramadina skarang) pernah menanyakan hal ini waktu awal-awal saya masuk ke kampus, dia pernah nanya ke saya “kamu ga takut karakter mischa masuk ke dalam kamu, kamu udah cukup lama loh mainin karakter jahat?” saya waktu itu nanggepinnya ketawa-ketawa aja karena saya sama sekali ga rasain masalah ini saya fikir ini merupakan tanggung jawab seorang aktris untuk ngontrol (tapi dalam kenyataannya kalo lo udah terlalu lama mainin karakter ini lo akan kejebak di konflik yang bikin pusing). Sekarang akhirnya saya suka teringat sama omongan ibu dosen, kalo orang bilang banyak ko pemain yang main antagonis tapi fine-fine aja. MEREKA beda, karena mereka bukan MISCHA mereka bukan pemain yang harus stay di satu karakter beberapa tahun, dan harus ketemu karakter ini setiap hari mau ga mau (kalian tau kan CF ga abis-abis sampe skarang).

- Saya Takut sama Mischa, saya marah sama dia!. Entah mengapa beberapa waktu lalu saya merasakan hal ini berkembang saya takut dengan sosok ini, ada penolakan yang saya lakukan setiap kali saya harus shooting dan harus memerankan tokoh jahat ini, saya takut saya akan dimarahi, saya takut akan di benci sebagai dinda da “SAYA TAKUT DIHAKIMI”. Banyak ketakutan yang sebenarnya slama ini tidak pernah dan baru muncul setelah hamper 3 tahun saya bercengkrama dengan sosok ini. Dan itu semakin memburuk skarang.

- Saya Tidak berani bertemu orang banyak, saya takut kerumunan orang!, akhir-akhir ini saya sering merasa ketakutan berlebih dan rasa tidak nyaman setiap ingin Jumpa penggemar atau berada di tengah keramaian, saya takut jiwa saya terancam. Mungkin ini merupakan akibat dari ketakutan saya menjadi sosok antagonis. Kalo orang bilang kesuksesan seorang yang memainkan tokoh antagonis adalah Semakin banyak anda dihujat semakin bagus prestasi anda. Tapi pernahkah kalian sadari saya bukan orang jahat yang memiliki kenikmatan ketika di hujat, lama-lama itu sangat mengusik saya hujatan bukan lagi sebagai sebuah penghargaan dan pengakuan tapi itu semua menjadi TEROR bagi saya.

- Saya pernah pingsan tiba-tiba karena Pusing yang luar biasa dan dilarikan ke UGD” awalnya saya fikir mungkin ini karena kondisi tubuh saya yang drop, tapi setelah melakukan pengetesan trombosit, dan lain-lain semuanya Normal, rogten paru-paru semuanya normal, di cek ke THT siapa tau sinus saya bermasalah, semuanya Normal, tapi tekanan darah saya luar biasa turun jadi 80/60. Akhirnya saya diberi obat untuk menahan itu semua.

- Saya menggigil ketika ingin shooting!, sebenarnya agak saya pertanyakan knapa badan saya ini, sehari setelah saya masuk UGD badan saya kembali normal saya sempat jalan-jalan beli peralatan dapur sama mama dan everything is fine, sampai akhirnya ketika itu saya harus lanjut shooting, ketika mau dekat lokasi tiba-tiba kaki saya dingin, kaki saya berubah jadi berwarna kebiruan begitu juga dengan tangan saya, kepala ssaya pusing luar biasa. Dan di siang bolong yang super panas itu dimana orang-orang di lokasi pada kipas-kipas saya pake jaket dan selimut, abis minum obat pun badan saya ga langsung baikan setelah hampir lebih dari 3 jam saya baru berkeringat.

- Saya tidak pernah Berfikir dia mengganggu!, awalnya saya ga pernah kepikiran itu saya selalu avoiding masalah ini, saya mencoba untuk cuek dan bodo amat tapi saya mulai terfikir baru-baru ini,HUffff!

- Saya sensitive Suara keras, Omongan kasar, saya ga kuat!, saya selalu mencoba menahan tapi saya making a kuat dalam hal ini saya bisa sangat terganggu dan bisa marah kalo denger yang gini-ginian.

- Saya tidak suka di panggil MISCHA! Please call me Dinda, walaupun ketika kalian panggil saya Mischa saya juga pasti nengok tapi jujur saya ga suka, karena saya ga mau dekat- ekat sama dia.

- Tak mudah menjadi seseorang yang harus dibenci!, Kalian mungkin taunya saya suka mendzolimi tapi taukah kalian pada kenyataanya dilokasi saya lah yang paling sering tersakiti secara fisik (semoga kalian ingat tamparan bertubi-tubi, adegan-adegan saya dia jaihili) membuat adegan ini butuh energy dan tidak semudah itu, saya mencoba semaksimal mungkin meenampilkan adegan ini agar penonton terhibur melihat figure yang jahat tersakiti karena yang jahat yang berhk dapat hukuman. Tapi yang membuat saya sedih kadang-kadang adalah sudah capek fisik pas ketemu di kehidupan nyata orang-orang masih saja menghukum saya. Heyy itu bukan saya yang perlu kalian hokum! Rasanya ingin teriak seperti itu.

- Saya Out dari Twitter!, bagi saya saat itu twitter merupakan lahan eksekusi untuk mischa, mereka menghujat Mischa tapi knapa mentioned nama saya!
- Saya Butuh I-Pod!, Saya lebih memilih mendengarkan tante Madonna bernyanyi sekencang-kencangnya daripada harus mendengar hujatan, dan makian 'mba jahat" atau apalah yang lainnya setiap kali saya harus berada di kerumunan atau jumpa penggemar. Bahkan pada saat ending cinta fitri ketika penonton siap-siap bersorak-sorai saya buru-buru pasang lagu.hihi
Kalau kalian membaca ini mungkin kesimpulam kalian adalah Dinda Mau Gila!, Mungkin benar saya rasa saya mengalami depresi ringan. Karena itu saya kini mencoba untuk menata itu kembali, memang agak sulit sampai detik ini pun saya berusaha sekuat tenaga untuk bisa menghilangkan ini semua pelan-pelan. Saya sudah mencoba berbicara dengan beberapa orang yang cukup mengerti tentang hal ini. Dan langkah awal yang akan saya lakukan adalah saya akan meenyepi kesuatu tempat untuk beberapa hari untuk healing diri saya sendiri. Mau ngumpet dulu, biar agak tenang. Heheehe..

Saya harap dengan adanya tulisan ini membuat orang-orang sadar bahwa kondisi seperti ini sangat mungkin di alami oleh actor ataupun aktris, saya tidak mau seperti Pemeran Jocker yah kalian tau siapa dia yang juga terperangkap dalam perannya samapi itu mengantarnya ke kematian, saya tidak mau seperti Dustin Hoffman yang sangat sulit keluar dari perannya di Rain Man (yah walaupun saya sudah merasakannya). Saya takut, dan saya mohon tolong bantu saya.

Nb:
Thx buat keluarga saya, my kiddo, Noni, om shandy sharif, bang encep, om El, om Boy dan seluruh keluarga Cinta Fitri juga kalian yang selalu member sayaa semangat untuk supportnya, saya tau saya bisa dan trimakasi atas perhatian kalian slama ini.

Wednesday, June 2, 2010

We are the player!

Untuk seseorang yg berkomentar seperti paling benar di post'an saya sblumnya
Perlu anda ketahui apa yang anda jabarkan tidak seperti apa yg saya terima
Dan saya alami slama ini.Mungkin anda menyaksikan CF dari season 1 lumrah kalo
Anda melakukan pembelaan terhadap karakter HERO dsini. Tapi perlu anda sadari
Kami lah yang memaninkan emosi disini, kami bermain bukan tanpa motivasi.
Untuk farel dan mischa yg tdk satu kampus menurut anda, perlu anda tau, ada satu
Adegan flashback dmana saya dan farel sama-sama kuliah d amerika tapi tdk jd
Disertakan, selain itu kalo mischa memang org ga mampu dan sama sama fitri
Buat apa mungkin dia bisa k amerika hanya based on beasiswa tok. Dan kalo
Anda bilang mischa meninggalkan farel hanya untuk ambisinya mischa, saya tanya
Kepada anda slama ini anda hanya melihat ini dari mata farel? Bukan mischa, dan
Tidak ada adegan yg menjelaskan kalau memang mischa meninggalkan farel demi laki2
Lain , hanya kata2 yg pernah terucap dari saya mischa bukan adegan yg menperjelas
Jadi belum tentu itu kenyataannya iya kan?
Mungkin saya bisa bilang anda contoh penggemar yg terpengaruh dg apa dan siapa
Figur mischa.
Kalu anda bilang saya tidak mengerti karakter saya,darimana anda tau? Apa anda
Pernah menjadi Mischa? Apa anda pernah merasakan jadi Mischa? Apa anda yg memberinya ruh?
Tolong sebelum anda menghakimi anda fikir baik2 dan coba anda lihat dari kaca
Mata lainya..
Trimakasih*

Tuesday, June 1, 2010

Persari 05.35

Adzan Subuh sudah berkumandang beberapa pemain dan crew cinta fitri
Sudah bergantian untuk menjalankan ibadah shalat subuh. Dan kami
Masih sibuk dengan kamera,Lampu,Script dan peluh.
Scene ending untuk final season memang slalu menguras energi
Dan rasa.Satu kalimat untuk menyambut matahari pagi& menutup malam..
"I WILL MISS YOU MISS"

The Day

-------------------THE END------------------
Yup saya tau apa cerita yang akan menjadi penutup Cinta Fitri. Dan mungkin bagi sebagian orang ini merupakan saat dimana mereka berteriak bersorai dan mengucap syukur karena menurut saya inilah yang sebenarnya penonton tunggu. Buat saya tidak ada perasaan buruk yang menyertai pengambilan gambar terakhir cinta fitri season 5 ini. Yang terlintas di otak saya hanyalah “Bagaimana bisa menyajikan Ending yang tak kan terlupakan”.

As Dinda Kanyadewi
"Trimakasih selalu menyertai perjalanan kami, kami ada dan bertahan karena
kalian. Semoga kami bisa menjadi sejarah yang tak mudah terkikis di hati
pencintanya. Suatu kebanggaan bisa mengisi kehidupan kalian. "

As Mischa
“At the end everybody will die, and always fight for your
right and your love”
Maaf saya ga bisa menceritakan ending dari cinta fitri disini karena itu saksikan saja Cinta Fitri di tanggal 3 juni 2010 hari kamis hanya di SCTV wahahaha maaf agak promosi.777~

Me Vs Mischa





Mischa terkadang tak bisa dilepaskan dari diri saya tapi sejujurnya walaupun begitu cintanya saya dengan karakter ini soon saya akan dan harus berpisah dengan sosoknya. Apapun yang saya dapatkan slama saya menjalani tugas menjadi Mischa dalam dunia cinta fitri saya sudah tau betul ini semua merupakan konsekuensi yang harus saya terima. Tidak mudah bagi saya mengambil keputusan untuk menjadi karakter yang membuat sosok fitri menjadi sosok baik, karena bagi saya jika tidak ada figure yang buruk tidak akan muncul figure yang baik. Ketika awal menerima tawaran ini saya berfikir bahwa ini merupakan tugas yang harus di jalani oleh seorang aktris, jika sebagian dari kawan seprofesi saya memilih untuk memilah-milah peran karena takut Image mereka buruk di public, tidak dengan saya. Bagi saya ini merupakan tantangan bagi saya untuk merubah-ubah image dan mengukuhkan diri saya bukan lah hanya sebagai selebritis, artis atau sebutan apalah itu yang lainnya yang sering dikatakan orang yang hanya punya tampang tanpa memikirkan dan memiliki kualitas mereka. Dan hal seperti itu memang benar saya alami dan memang benar saya cukup kewalahan ketika semua itu datang bertubi-tubi.




Karakter yang awalnya abu-abu ini makin lama semakin jelas.




- Ok kita mulai dari model rambut kenapa Mischa ko rambutnya keriting begitu? Jawabanya adalah karena ketika season 2 kira-kira udah larutdini hari yahhh jam 2’an lah bang encep datang dan member kabar kalau kantor meminta Mischa mencopot wignya. Waktu itu memang saya memakai wig, untuk ngakalin karena rambut saya ini terlalu panjang (jadi kesannya jomplang) makanya team make’up di lokasi punya inisiatif untuk meng”curly rambut saya. Jadi lah rambut Mischa keriting sampe skarang.


- Selanjutnya kalo ditanya knapa rambutnya ga ganti-ganti model? Jawabannya adalah memang sengaja saya lakukan karena dsini karakter saya bukalah karakter panutan, dan juga setiap karakter harus punya cirri khas maka saya putuskan untuk tidak mengganti model rambut setiap seasonnya, biar rasa jengah makin meresap ketika orang melihat sosok mischa. Kalo up to date nanti orang malah naksir lagi hihihi :p




- Kalau orang menyangka karakter antagonis suka menyiksa, ANDA SALAH BESAR. Pada kenyataanya karakter saya lah yang paling sering disiksa secara fisik. Kalo karakter baik disiksanya lebih ke perasaan kalo karakter jahat lebih ke fisik. Kalo kamu ingat di season 3 sampai sekarang Mischa selalu menerima siksaan dari OMA terutama. Kalo masalah tamparan, cubitan, siraman air, di pukul, dijailin dan sikasaan lainya pernah saya rasakan. Sampai-sampai saya pernah diledakin sampai muka saya gosong dan disetrum sampe rambut saya Jigrak. Yup ini saya lakukan hanya untuk KEPUASAN PEMIRSA.


- Pernakah saya merasa letih dan tersiksa? Ya pasti saya terkadang merasa ini tidak adil bagi saya tapi saya sadar betul inilah tanggung jawab yang harus saya emban karena diasaat saya si jahat ini tersiksa maka penonton akan bahagia. Saya pernah sampai mau nangis karena ngerasa ko gini amat yah. “Udah saya yang dibenci saya yang tersiksa sebenarnya di lokasi masih aja di maki-maki orang” hahaha tapi yah itu dia saya harus slalu sadar lagi apa yang saya dapat adalah urutan tanggung jawab yang harus saya jalani,




- Mischa itu atheis ya? Hahahaha ini sering sekali orang tanyakan, Mischa itu tidak atheis tapi dia itu adalah manusia yang kecewa terhadap tuhan, bisa di bilang emang orang ini ga sabaran. Karena dia menganggap disaat dia meminta kepada tuhan disaat dia dekat dengan tuhan. TUhan tidak memberinya jawaban karena itu dia kecewa, jadi dia berfikir kekuatan yg menentukan sebenarnya usaha manusia. (ini jangann di contoh)


- Apa yang Mischa cari Uang atau Cinta? Kalo kalian para pemirsa setia menganggap mischa hanya mengejar harta Nope, kredebilitas anda sebagai fans berat Cinta Fitri patut di pertanyakan haha. Karena Mischa sama sekali tidak matre dia hanyalah mencari Cinta Farel dan uang juga kekuasaan digunakannya sebagai alat.




- Mischa itu punya keluarga ga sih? Hahaha memang tidak pernah ada penjelasan yang detail disini akan tetapi sebagai pemain tokoh ini, saya bisa sedikit menggambarkan bahwa mungkin Mischa ini masih punya keluarga yang lengkap ayah dan ibunya masih hidup tapi mischa lari dari mereka karena trauma dan kekecewaan mischa terhadap orangtuanya yang kurang memperhatikannya karena kesibukan mereka. Menurut saya mischa dilahirkan di keluarga yang cukup berada akan tetapi dia kurang perhatian. Kalo mischa bukan orang berada ga mungkin dia bisa kuliah di luar negri sama Farel.


- Knapa ko Mischa cintanya sama Farel bukan sama yang lain? Begini kalau menurut teori Abraham Maslow manusia itu mencari beberapa pemuas kebutuhan agar mereka mencapai aktualisasi diri biasa disebut NEED salah satu nya adalah Need of affection atau kebutuhan akan cinta kasih. Jadi inilah yang kurang di diri mischa makanya dia rela ngelakuin apapun untuk itu. Karena menurutnya cuman farel lah orang yang bisa memberikan itu pada mischa. Hoho maaf ya kawan agak-agak pake teori dikit.




- Siapa bapaknya Nadine? Nah ini masih menjadi tanda Tanya bagi saya juga masih idup apa ga, atau sebenernya ada apa ga saya juga ga ngerti. Tapi seru juga yah kalo kita bisa berandai-andai siapa mantan suami dari mischa ini. (saya coba menjawab pertanyaan miss ILhuna, bener gat uh nulisnya?)


- Apa kelemahan Mischa? Jawabannya satu NADINE kalo mau bunuh mischa pelan-pelan culik saja Nadine beres perkara hahaha. Karena tetap saja Mischa adalah seorang ibu yang luar biasa cinta dengan buah hatinya.




- Knapa dia berani ngebunuh orang? For her skali kecebur skalian aja basah, toh yang dia incar adalah fitri, jadi siapa pun yang berani membantu dan ada di pihak fitri akan dia singkirkan.


- Adakah Mischa dikehidupan nyata? Hmm… knapa harus bilang mustahil, probabilitas pasti ada donk.Ga menutup kemungkinan ada manusia seperti dia fight for her love life in a wrong way. Banyak orang berjuang untuk apa yang ia yakini dengan cara yang salah.




Seberapa dekat saya dengan Mischa, luar biasa dekat bisa dibilang kita bagaikan sahabat. Apa yang kau mau tau dari Mischa bisa saya jabarkan tanpa cela. Tapi satu hal Mischa “Unreal” dan dia terpisah dari diri saya. Namun saking melekatnya karakter ini dengan saya terkadangan banyak orang yang memukul rata atau melihat dinda sebagai Mischa.




Saya akan kembali menceritakan mengenai figure ini di part-part berikutnya dan ada hal yang belum pernah saya publish sebelumnya dimana psikis saya sempat tergoyangkan karakter Mischa ini dan bagaimana saya berusaha lepas dari masalah itu. Sounds Creepy rite? But that’s the truth..




Nb:
Buat readers yang mau Tanya akan coba saya jelaskan cukup taro comment nanti saya coba balas.thx.

Monday, May 31, 2010

H-2

Persari 16.08
Ini merupakan dua hari terakhir shoot Cinta Fitri Season 5, kalo dibilang rasa sedih dan kangen mungkin akan saya rasakan. Iya bangetttt. Apalagi Cinta fitri sudah menjadi bagian dalam diri saya. Kesibukan selalu menyertai suasan disaat menuju ending Episode. hampir semua pemain hadir disini, mau tau ga apa yang ada di otak kami, dan saya rasa ini sama semua di setiap pemain....
"Bagaimanakah Endingnya?"
Kalau kalian fikir kita semua sudah tau endingnya, wah kalian salah besar hari ini lah skenario Cinta Fitri season 5 episode 137 akan kluar dan itulah yang kita tunggu-tunggu. Karena selalu ada kejuta di akhir episode. Menggunakan kostum Mischa terkadang memberikan kepuasan yang tak terkira dan sulit untuk di ungkapkan. Kalau kalian merasa bosan dengan rambut Mischa yang gitu-gitu aja saya juga bosan, tapi saya sengaja melakukan ini agar kebosanan dan kebencian para penonton terhadap karakter ini terpancing (hihi maaf yah ), yah walaupun saya blum lulus kuliah tapi paling ga ilmu Psikologi yang saya pelajari bertahun-tahun ini saya gunakan untuk menunjang penampakan karakter ini hahaha. Well ok itu merupakan bocoran situasi Hari minus dua untuk shoot terakhir CF. adiosss...

Chapter Three : The Return


Pake wig, jadi Gembel, badan ceking dan badan kotor. Tunggu tunggu saya menggambarkan sosok siapakah sebenarnya, inilah Mischa di Season 2 Cinta Fitri. Kabar itu kembali datang pada saya disaat itu. Yang pertama terlintas di otak saya adalah “oh ternyata tokoh Mischa ini masih ada toh, kirain udah mati.” Haha. Kalo mau di bilang di Season inilah saya menjadi lebih akrab dengan tokoh ini memang itu kenytaanya.
Ada sedikit perbedaan di saat saya kembali memerankan tokoh Mischa, Mischa harus terlihat lebih kurus (dan kebetulan saat itu saya lagi ceking-cekingnya), karena dia ternyata telah hampir sembuh oleh penyakit yang mulai menggrogotinya. Rambut Mischa pun saat itu pendek karena Mischa selama ini harus menjalani kemo therapy sehingga rambutnya rontok, alhasil saya harus make Wig terus tiap hari, dan rasanya wiihh panas bukan main..haha.
Di Season ini Roh Mischa belum seutuhnya merasuki saya, saya belum memilikinya, jadi saya pun masih meraba untuk membawaanya masuk dalam diri saya. Pengalaman yang cukup menantangg saya begitu banyak saya alami, tapi paling menyenangkan karena saya bisa shoot without Make Up dan itu luarbiasa enak loh. Baju selalu kotor dan set selalu bertemu dengan jalanan. Hari-hari di abisin di jalanan keringat , hitam, kotor dan asep knalpot jadi teman sejati saya.
Saya suka terharu dengan sosok mischa di season ini, saya melihat sosok seorang ibu yang kehilangan jejak anaknya, kehilangan suaminya yang ternyata mengkhianatinya dan dia tak mungkin kembali ke keluarganya. Mischa yang terlihat lemah tapi sesungguhnya sosok ini memiliki power yang sangat besar, jika di bahas pake teori Bandura dalam ilmu psikologi Mischa ini memiliki Self afficacy yang sangat tinggi, dia yakin pada kepercayaannya keyakinannya, hanya kepada tuhanlah Mischa mengadu, karena dia tidak memiliki siapapun di dunia ini menurut versinya.
Satu fakta yang mungkin cukup mengejutkan untuk penonton yang tidak menonton CF dari season 1, di season ini Mischa adalah seseorang yang tak pernah letih berdoa. Dia saat itu masih belum kecewa dengan tuhan. Entah mengapa untuk pertama kalinya saya merasa begitu dekat dengan sosok ini, adanya keterikatan yang mungkin belum saya sadari. Adanya keyakinan bahwa tokoh ini unik walaupun pada saat ini saya masih belum tau mau dbawa kemana tokoh ini.
Banyak tantangan yang saya dapatkan disini karena tokoh ini hanya mencerminkan sesosok manusia yang kehilangan arah dan menggagungkan kekuatan cinta. Karena dengan cinta lah Mischa dapat bertahan hidup cinta terhadap sang buah hati Nadine, dmana di otaknya saat itu hanya tersedia informasi untuk bertahan hidup karena dia harus bertemu dengan anaknya.
Dengan berjalannya waktu banyak hal yang mischa dan saya alami, sampai akhirnya tibalah pada moment dmana mischa mulai membaur dengan keluarga Hutama, saat itu kalau kalian ingat (kalaau yang nonton yah) Mischa tuh berteman sama Fitri, tidak ada kebencian. Namun yang Mischa rasakan hanyalah betapa beruntungnya Fitri bisa bersanding dengan Farel lelaki yang sangat baik, dan pria yang di idamkan mischa. Namun Mischa sudah ikhlas saat itu, sampai akhirnya disaat farel mabuk farel pergi ke rumah mischa dan menidurinya karena dia melihat mischa sebagai sosok fitri.
Disinilah semua berawal sosok Mischa yang sebenarnya muncul,menurut saya disaat seseorang tidak memiliki kematangan emosi yang baik pasti hal seperti ini mungkin saja terjadi pada seseorang. Disaat Mischa hamil anak Farel, Mischa meminta farewl untuk bertanggung jawab akan tetapi Farel seperti menolak mischa, farel Nampak tidak bertanggung jawab dsini. Awal dari kebencian itu muncul disini di saat mischa merasa adanya ketidak adilan pada dirinya karena walaupun yang sedang mengandung anak Farel itu Mischa mtapi ia di campakan, maka dari itu Benih-benih kebencian itu mulai trimbul. Sampai akhirnya ia harus menerima kekecewaan berikutnya yaitu ketika ia di diagnosa bahwa kandungannya itu mengalami masalah (Mischa hamil anggur).
As a normal person, Mischa wajar sekali merasa kecewa dan sedih apalagi semenjak itu banyak hal buruk yang menimpanya. Mischa bukanlah orang yang dapat dengan mudah mengatur emosinya karena itu dia berubah menjadi sosok yang berbeda sosok yang ambisius dan pendendam, dan dendam inilah yang akan perlahan-lahan membunuhnya. Stimulus dan respon dari keluarga hutama pun dijadikan Mischa sebagai trigger dalam dirinya untuk melancarkan usaha balas dendam kepada keluarga Hutama. Cara yang Mischa lakukan untuk mendapatkan keadilan dalam dirinya mungkin salah, karena sometimes apa yang dia lakukan bersifat egocentris. Satu hal yang paling dia benci di dunia ini adalah Fitri, karena menurutnya karena Fitri lah dirinya mengalami ini semua. Dia tidak terlahir jahat, dia bukanlah setan yang turun dari langit tapi dirinya adalah manusia biasa yang terbentuk buruk karena lingkungan sekitarnya. Kalo di liat-liat awal masalah ini sebenernya dari Farel, yes it’s true, Farel sosok yang di agungkan ini ternyata bukanlah malaikat yang suci karena ia pun bisa melakukan kesalahan dan kesalahannya adalah mencampakan orang yang salah walaupun apa yang mereka lakukan memang sudah salah. Apa yang dilakukan farel mungkin sama dengan apa yang dilakukan pak Hutama terhadap ibu Asifa (ibu dari Fais), tapi bedanya ibu asifa tidak melakukan hal yang salah untuk mendapatkan keadilannya tapi Mischa, dia salah dalam hal ini. Apa yang menjadi kekuatan di sinetron Cinta Fitri adalah karena semua karakter memang merefleksikan kehidupan dan sosok manusia biasa yang mungkin bisa melakuakan kesalahan dan mungkin bisa berubah dengan proses.
Saya merasa Mischa ini berbeda disaat saaya harus ditemukan keputusan bahwa karakter Mischa ini harus berubah menjadi jahat atau yang sering orang bilang antagonis. Awalnya agak bingung haruis bagaimana karena saya berfikir saya tidak mau menjadi antagonis yang biasa, yang bisanya melotot-melotot teriak-teriak, kalo harus begitu setiap hari capek juga yah.hahaha. Karena itu mulai lah saya mencari referensi mulai dari nonton film terus menerus, nonton siaran criminal kayak buser dan kawan-kawannya sampe nonton sinetron lain biar melihat seperti apa tokoh antagonis yang ada sekarang ini. Pada saat itu banyak dari mereka yang kaitanya tokoh jahat kebanyakan bersuara cempreng, teriak-teriak matanya pun pengen saya tadahin rasanya melotot ga jelas. Dengan ides ok kreatif si dinda ini akhirnya saya ingin menampilkan Mischa tokoh yang kalem diam-diam dengan bawaan ngomong ga usah terlalu banyak usaha (kaya buka mulut) tapi tetap dapat terlihat jahat. Kalo kita ngeliat Ryan jombang yang wajahnya ga berdosa tapi bisa bunuh sekian banyak korbannya, atau saya menonton Godfather melihat Don Coeleon yang ga banyak gerak tapi kelihatan jahatnya mendalam yah mungkin mischa kira-kira akan seperti itu.
Banyak komentar yang saya terima ketika Mischa berubah menjadi jaha, ada yang bilang saya kurang galak kaya leli sagita karena kurang judes atau apalah. Tapi entah mengapa saya merasa karakter ini berbeda “ Ga selamanya orang jahat itu harus keliatan jahat” setuju ga?. Karena itu saya tetap percaya dengan keyakinan saya dengan support pak sutradara encep masduki yang memberikan kebebasan kepada saya untung mengembangkan karakter ini sendiri tapi ga lepas pengawasanya dan juga penulis scenario saat itu yang slalu membimbing saya untuk bilang “ Mischa itu beda”, saya sangat setuju Mischa memang berbeda. Makin kesini entah mengapa banyak tantangan yang saya hadaapi tapi untungnya makin banyak tantangan makin semangat juga saya menggali karakter ini.
Saya tidak pernah menyangka karakter ini menjadi begitu teringat di otak maupun hati penonton. Makin hari makian atau pun cercaan makin banyak saya terima, awalnya mungkin saya terima dengan lapang dada tetapi terkadang itu mengganggu diri saya sebagai dinda, mungkin mereka tidak memaki saya tapi entah mengapa ketika makian itu datang saya merasa “Mischa is part of me” dan ini sangat menganggu. Di postan berikutnya saya akan bercerita mengenai apa yang pernah saya alami semasa menjadi mischa dalam dunia cinta fitri. Satu hal yang saya serap dalam hal ini “ Cinta lah yang dapat member kekuatan untuk Fitri bertahan, Dan karena Cinta juga lah Mischa bisa tetap hidup” setuju atau tidak itulah kenyataan yang sebenarnya tersirat dalam karakter-karakter ini bagaimana Cinta bisa mengubah seseorang menjadi Malaikat dan mengubah manusia menjadi Iblis.

Thursday, May 27, 2010

Chapter two : Skip


Chapter Two : Skip

Pertemmuan selanjutnya saya dengan tokoh mischa kembali terjadi, ketika itu saya pulang kuliah dan mendapatkan berita mengejutkan yang mungkin kalo orang-orang bialng pasti kabar bahagia tapi bagi saya ini bukan kaba bahagia. Yup benar sekali, saya harus kembali masuk ke sinetron-sinetronan itu Cinta Fitri. Saat itu cinta fitri menginjak di episode ke sekian puluh saya juga ga hapal soalnya. Singkat cerita aya harus kemabali memanikan Tokoh GA JELAS ini siapa dia maunya apa ini!. Awalnya saya ragu dan saya ngerasa sedikit malu karena saya takut di cap sebagai pemain Sinetron (ini nih model orang kaya saya dulu gini nih yang suka salah kaprah). Karena saya merasa saya uda maen Film waktu itu yaitu Claudia / Jasmine, jadi berasa malu aja main sinetron, haduh salah banget pemikiran saya waktu itu. Karena sudah terlanjut kontrak dengan Production House itu mau ga ma ya harus mau , saya pun masukl kembali ke sinetron yang skarang sudah menjadi bagian dari sebagian besar hidup saya ini.

Saat kedua kalinya saya shoot CF saya jadi makin ingin tau mengenai karakter ini, maka saya mulai lah bertanya dengan sutrada seperti apkah tokoh miska ini. Sejak saat itu perkenalan saya dengan mischa jadi mulai terbuka, saya tau dia siapa, dmana dia pernah sekolah, riwayatnya dengan farel itu seperti apa dan apa tujuan awalnya dia datang, tapi kalo di bilang masih di permukaan, ya saya tidak terlalu dalam mengenal Mischa saat itu. Mulai lah saya memaikan tokoh ini dengan informasi seadanya.

- Mischa datang dari Singapore karena dia masih cinta sama Farel
- Dia pulang ke Indonesia membawa seorang anak bernama Nadien.
- Mischa ngaku-ngaku kalo Nadine itu anaknya farel karena disuruh Hutama dia dibayar, supaya misahin Fifa a.k.a Fitri Farel.(karena kecintaan jadi ni orang mau aja)
- Mischa adalah seorang ibu yang berjuang untuk anaknya Single Mother yang melakukan apa saja untuk anaknya.( karena itu jangan salah kaprah Mischa ga pernah benci dan jahat sama Nadine dia cumin ga pengen Nadine ngeliat apa yg dilakukan ibunya sekarang makanya Nadine di jauhin)
- Mischa mulai sedikit iri sama Fitri karena begitu beruntung dapetin Farel tapi dia sama sekali ga berniat jahat saat itu.
- Mischa punya penyakit kanker.
- Mischa orang yang pintar dan cukup berprestasi dalam pendidikan.

Itu kira-kira apa yang saya tau tentang Mischa saat itu, Mischa bukan lah tokoh Jahat seperti yang banyak orang kira kalo Mischa memang terlahir jahat tapi, “Mischa adalah manusia biasa yang memang karena keadaan nantinya akan berubah menjadi pribadi yang berbeda”. Mungkin ini akan kalian lihat di tulisan-tulisan saya berikutnya.

Setelah kurang lebih 20 episode akhirnya karakter Mischa ini diceritakan harus pergi ke Singapore untuk berobat karena penyakitnya makin menjalar. Jadi saya pun ga main lagi di Cinta Fitri lagi-lagi saya fikir ini adalah yang “Pertama dan Terakhir”. Sebenarnya saat itu saya keluar dari Cinta Fitri untuk shooting Film Beranak dalam kubur dan dilanjutkan film kawin Kontrak. Ya karakter si Mischa-mischa mungkin bagi para peenggemaar sinetron ini kaya karakter yang ada dan tiada alias Ga Penting. Saat itu saya pun tidak terlalu peduli karena jujur saya belum menemukan keunikan yang terdapat di diri karakter ini , sesuatu yang pernah membuat saya benci dengan karakter ini daan apaa yang membuat saya begitu jatuh cinta dengan karakter ini. Kenapa saya sebut fase atau bagian ini Skip! Karena memang bagian ini merupakan sesuatu yang terlewati tapi menjadi modal informasi saya untuk mengenal dan menyatu dengan sosok Mischa The Devil.


Wednesday, May 26, 2010

Chapter One : Incomplete

Dibagian ini saya akan sedikit bercerita mengenai pertama kali saya bertemu dengan karakter Mischa. Bagaimana impresi pertama saya, apa yang saya rasakan dan apa yang saya alami. Segala kebenaran yang mungkin kadang malu atau sulit saya nyatakan akan coba saya paparkan disini.

Kita mulai dari kata ini “Cinta fitri” (tanpa embel-embel season atau musim itu hehe), jujur pertama kali saya mendengar kata ini saya sama sekali TIDAK tau apa itu CF haha, agak bodoh memang. Karena jujur saya dulu sama skali tidak mengikuti sinetron atau lebih tepatnya jarang nonton (karena menurut saya sinetron itu identik dengan emak-emak dan gampangan, ternyata saya SALAH BESAR.hoho). Kalau saat itu ibu saya ga bilang ini sinetron yang di bintangi “Aceh” (panggilan wisnu semasa kita masih satu kampus di atmaJaya) mungkin saya ga akan ngeh. Saya ingat banget waktu itu ibu saya bilang kalau saya dapat tawaran main sinetron lagi d MD entertainment. Percakapak kita waktu itu :

Mamah : “Nya kamu dapet tawaran loh maen di sinetron Cinta Fitri.”
Me: “Cinta Fitri apaan tuh?aduh sinetron lagi ya gad eh kapok anya.” (saat itu saya trauma main sinetron karena harus ngorbanin sekolah di marah-marahin di suruh bolos sama unit)
Mamah: “itu loh nya sinetron yang si Aceh temen kamu itu main, sama sheerin yg waktu itu sama-sama main di bukan diriku. Dicoba aja dulu de, kamu kan suka acting”
Me: (saat itu saya berfikir ini kesempatan saya untuk dapet modal ngelanjutin kuliah kalo ga kerja ga kuliah ni) “Ya udah de ma gpp kita coba juga, Jadi apaan sih?”
Mama: “Katanya jadi mantan pacarnya Aceh (Wisnu)”
Me:”nggg…iya iya…”

Perasaan saya waktu itu gga jelas haaha seneng juga biasa aja apa yang saya maenin juga ga tau, setelah tawaran itu datang, akhirnya saat itu pun tiba.

*Shooting hari pertama (dan terakhir sampai beberapa bulan kedepan haha):

Lokasi shoot pertama adalah Mapindo di daerah Bambu Apus (ohoho inget banget gw). Pertama datang ke lokasi yang saya liat adalah banyak pemain sinetron yang saya kenal saat itu cumin wisnu tok, shireen lagi ga ada, terus disitu juga ada cewe cantik muka agak kearab-araban dan ternyata itu adalah Fani Gasani pemeran Keyla yang pertama. Pertama dikasih scenario saya nanya sama mas-mas’nya “?saya jadi siapa mas?” kata masnya “kamu jadi MISKA” setelah itu saya liat scenario, kalo ga salah si saat itu episode awal entah 5 atau apa gitu. Terus yang saya liat di scenario itu namanya “Mischa” nah saat itu saya mikir ini bacanya Misca apa Miska siapa tau kan dibacanya Misca kaya nyebut Mischa Barton gitu haha. Tapi ternyata di bacanya MISKA, agak aneh yah?

Lalu-lalu saya bacalah scenario itu dan dialognya cuman beberapa baris (yang pasti sih cuman sekali ngomong juga kelar) dan scene itu adalah scene “FlashBack” alias Kilas balik (itu loh adegan yang biasanya di buat agak-agak item putih karena jaman dulu ceritanya) pokoknya inti dialog saya saat itu “Si cewek bilang ke farel cowonya kalo mereka ga bisa barengan lagi” udah stop itu aja, hahah saya menyebutnya “SATU scene untuk slamanya”. Haduh kalo mikir kaya gini suka malu kalo ada yang inget adegan saya di sinetron cinta fitri itu cumin beberapa detik saja…dan selebihnya di episode-episode berikutnya saya main di CF hanya berperan menjadi FOTO di bingkai ahahayy..alias Fotonya doank yang di pegang-pegang Farel selebihnya ga ada orangnya.

Kira-kira seperti inilah awal perkenalan saya dengan si Miska ini, karakternya apa juga saya ga tau. Dia ini orang baik atau jahat saya ga tau, dia ini seperti apa saya ga tau yang saya tau saat itu adalah dia mantan pacar si Farel-farel ini farel cinta banget sama si Miska dan mereka pernah sekolah bareng dan Mischa ini anak orang mampu juga. Itu lah trakhir kali saya ketemu miska sampai akhirnya nanti saya di pertemukan kembali dengan sosok ini di Cinta Fitri eps. Kalo ga salah brapa puluh gitu..

Masih ada lanjutan cerita pertemuan saya dengan sosok terdekat dengan saya di bagian-bagian berikutnya..tunggu ya kawann..*cheers*


Bersumbang____________

The Reason

Ini bukan pertama kalinya saya membuat blog, mungkin ini merupakan blog kesekian saya.Tujuan saya kembali menjadi bloger amatir ini mungkin melupakan langkah saya untuk membagi apa yang saya atau mungkin sebagian kawan-kawan saya yang berada di posisi yang sama.

Bingung harus membagi kepada siapa!

Mengadu kepada siapa!

Bagaimana agar sebagian orang yang sulit mengerti menjadi paling tidak tau!

Dan apa yang harus saya lakukan?

Ini pertanyaan yang selalu melintas di fikiran saya beberapa waktu ini, sampai akhirnya seseorang dari kawan saya membicarakan masalah mengenai menulis Blog, yeah akkhirnya saya coba melakukan ini paling tidak untuk mengurangi beban yang makin tertimbun ini (wa..hahaha ini kesannya serius!).

Disini saya akan mencoba memaparkan siapa saya dan alter ego saya MISCHA , MISKA, or MISKHA. Apapun kalian menyebutnya dialah inspirasi saya menulis blog ini. If you wanna know about her, bacalah blog ini maka paling tidak kalian akan tau bagaimana rasanya menjadi dirinya atau paling tidak dekat denganya. Dan paling tidak kalian bisa mengerti apa yang sebenarnya saya Rasakan, saya Alami dan saya Terima selama saya menjadi seorang MISCHA dimata public dan menjadi seorang Dinda di dalam dunia nyata. Dua dunia yang selama ini harus saya jalani dan harus saya masuki dengan berbagai konsekuensi yang harus saya terima. Hmmm…Entah ada atau justru tidak ada yang membaca blog saya ini paling tidak saya coba untuk menyalurkan semua dan berbagi dengan sesama.

Mungkin saya bukanlah penulis yang handal dalam hal ini, jadi sebelum kalian berkomentar mengenai jenis tulisan saya, saya menjelaskannya terlebih dahulu. Wah jujur baru satu post ini saja saya sudah merasa agak ringan. Mungkin kata penutup untuk kali kawan pembaca selamat menikmati dan mengenal Me, My Self and Mischa / Miska / Miskha or Whateverr…hahaha…